Skip to content

Hindari Kesalahan Input Data Calon, KPU Samarinda Libatkan Tujuh Verifikator

Hari Pertama Pendaftaran Calon Di isi Pasangan Andi Harun dan Rusmadi Wongso

Dipublikasikan: 04 Sep 2020, 21:59
ADVERTORIAL
Hindari Kesalahan Input Data Calon, KPU Samarinda Libatkan Tujuh Verifikator
Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat (Kiri) bersama dengan Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Andul Muin saat memperlihatkan berkas milik salah satu pasangan Calon yang diserahkan ke KPU Kota samarinda untu diverifikasi -- www.kaltimnews.co / Foto: Arief Kaseng

 Banner-KPU-Samarinda.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Hari pertama pendaftaran calon Walikota Samarinda diisi dengan hadirnya pasangan calon Andi Harun dan pasangannya Rusmadi Wongso. Kandidat ini tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda sekira pukul 14.00 bersama dengan sejumlah petinggi partai pendukungnya.

Kehadiran pasangan calon ini, disambut langhsung ketua KPU Kota Samarinda, Firman Hidayat dan Komisioner KPU Samarinda lainnya. Hadir pula dalam kesempatan ini ketua Bawaslu kota Samarinda, Abdul Muin beserta jajarannya, Jumat (4/9/2020) sore.

Dalam kesempatannya, Firman Hidayat mengatakan, jika dirinya dan pihaknya akan ekstra teliti dalam memeriksa dokumen para bakal calon kandidat pilkada Kota Samarinda.   

Untuk mewujudkan hal tersebut, Firman menyebutkan jika dirinya melibatkan tujuh verivikator termasuk operator dalam menginput data ke sistem informasi pencalonan.

“Tujuannya untuk menghindari celah hukum, akibat kesalahan 1 huruf sekalipun,” ujar Firman Hidayat.

Firman membeberkan jika tim verifikator tersebut nantinya akan memverifikasi berkas, untuk syarat pencalonan dan syarat calon.

“Kami periksa, berapa jumlah parpol pendukung, dan keabsahan dokumen yang diserahkan ke kami, karena ini merupakan input ke sistem informasi pencalonan, jadi memerlukan waktu waktu misal untuk input nama parpol, dan alamat. Kami tidak mau ada salah input huruf meskipun itu hanya satu huruf saja,” sebut Firman.

Disebutkan firman, jika dirinya bahkan tidak sungkan untuk mengkonfirmasi ulang setipa data yang di input oleh pihaknya tersebut.

“Kami sangat hati-hati, dan konfirmasi kembali. Baik itu ejaan tiap huruf. Teliti, apakah benar nama parpol, nama pengurus, nomor telepon. Kalau lengkap, bisa lanjutkan proses pemeriksaan kesehatan,” imbuhnya.

“Misal, untuk syarat calon, itu melekat pada pribadi bersangkutan. Seperti berkas ijazah, dan SKCK. Verifikasi hari ini, ada sekitar lebih 1,5 jam. Sekali lagi, kami teliti semua huruf. Karena, ejaan salah ada konsekuensi hukum. Misal seperti nama gelar, dan tempat tanggal lahir,” tambah Firman.