
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Selama Musim pendemi COVID-19 sejumlah wilayah terpaksa mengalihkan metode belajar mengajar yang dilakukan di bangku sekolah menjadi metode belajar dirumah.
Kutai Kartanegara (Kukar) misalnya, semua sekolah di daerah ini mengalihkan proses belajar mengajar teesebut dengan mode Dalam Jaringan (Daring).
Proses belajar daring ini sendiri tidak lepas dari peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kukar dalam menyediakan aplikasi dan layanan kepada masyarakat khususnya sekolah yang akan mengelar belajar daring.
Berbekal media internal Dinas kominfo Kukar yakni akun youtube Kota Raja Channel, program belajar daring ini pun mulai diluncurkan pada Senin (23/3/2020) lalu.
“Akun Kota Raja Channel sendiri hadir memberikan solusi kepada kepada guru - guru, siswa, orang tua murid maupun masyarakat umum sebagian media pembelajaran baik dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring),” ujar Kepala Dinas Kominfo Kukar Bahtramsyah kepada media ini, Senin (29/6/2020) siang.
Tak tanggung, kehadiran Kota Raja Channel ini pun mendapat apresiasi dari Bupati Kukar, Edi Damansyah, menurut orang nomor satu di Kukar ini kehadiran Kota Raja Channel di Kukar menjadi solusi cerdas dan sangat membantu pelaksanaan mutu Pendidikan di Kukar ditengah situasi wabah Virus COVID-19 yang melanda daerah.
Dalam pelaksanaannya Kota Raja Channel melakukan berbagai inovasi program, sebut saja dengan mengandeng platfom aplikasi Rumah Belajar dan Kukar Pintar, Kota Raja Channel kemudian mengembangkan sayapnya dengan terus melakukan program belajar daring dengan mengunakan aplikasi stremyard.
“Digunakanannya aplikasi ini lantaran melihat animo masyarakat yang mengikuti program yang kami sajikan setiap hari, dengan aplikasi ini sistem belajar mengajar tetap bisa dilakukan dengan metode tatap muka atau komunikasi dua arah saat pembelajaran berlangsung,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kukar, Ahmad Arianto yang dihubungi media ini secara terpisah.
Menurut dia fasilitas ini bisa menjangkau lebih jauh selama adanya sinyal, dan bagi yang tidak sempat mengikuti secara langsung video pembelajaran bisa diikuti lewat siaran ulang.
“Terlebih di masa pendemi seperti sekarang ini, sistem atau model pembelajaran daring kepada peserta didik dapat diterima dengan lebih santai, menyenangkan, fleksibel, singkat, praktis, aman, mudah, dan dapat menghemat waktu serta hemat tenaga. Cara itu juga dilakukan jarak jauh tanpa berkumpul di tempat yang sama,” jelasnya.
Kelebihan lainnya dari model pembelajaran dalam jaringan (daring) ini lanjut dia, orang tua bisa mengawasi anak-anaknya belajar dan membuat siswa atau guru menjadi melek teknologi.
“Siswa pun diharapkan menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas serta dapat mengkondisikan diri senyaman mungkin untuk belajar dan lebih banyak waktu dirumah bersama keluarga,” terangnya. (*)
Berikut Link dan Fotonya
berikut foto fotonya :











