
KALTIMNEWS.CO, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, membeberkan pembenahan jalan akses menuju Bandar Udara APT Pranoto dan Tanah Datar, bakal ditangani oleh BBPJN Wilayah II Kaltimtara, hal tersebut bukan tanpa sebab kata dia mengingat jalan tersebut berstatus jalan nasional.
Terkait anggaran Politisi Partai Gerindra ini mengatakan jika anggran yang akan digunakan dalam perbaikan infrastruktur tersebut bersumber dari Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 283 Milyar, dengan skema Multi Years Contract (MYC).
“Untuk perbaikan secara total. Baik pelapisan Aspal, pelebaran jalan dan irigasinya. Mudahan 2023 mendatang, akses dari Jalan D I Panjaitan hingga Bandara APT Pranoto sudah baik dan lancar,” ujar Seno kapada kaltimnews.co,usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltimtara, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim, dan Dinas PUPR Samarinda, Senin (5/4/2021).
Semantara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) BBPJN Wilayah II Kaltimtara Andre Sahat Tua Sirait menyebutkan, dengan skema MYC maka alokasinya dilakukan bertahap tiap tahun anggaran hingga 2023.
“Untuk tahun ini sebesar Rp36 Milyar, Rp136 Milyar tahun 2022, dan terakhir di 2023 sebanyak Rp111 Milyar. Anggaran tersebut masih masuk dalam proses lelang di pusat, dan akan diumumkan April ini,” bebernya.
Dikatakan Andre, sepanjang 51 Kilometer jalur dari Lempake – Sambera – Santan, diprioritaskan penanganan permanen untuk bagian jalan yang rusak parah dengan total ruas jalan sebesar 25 Kilometer (Km).
Sedangkan untuk 26 Km, sisanya akan masuk pemeliharaan rutin. “Karena kondisinya masih cukup bagus. Khusus untuk Tanah Datar, kami juga akan memfungsikan kembali saluran drainase yang sempat tertutup oleh jalan hauling angkutan Batubara,” sebutnya.
“Nanti ada penanganan jalan yang secara rigid maupun diaspal untuk yang 25 Kilo itu. Targetnya tahun ini selesaikan di segmen Bandara dan Tanah Datar sepanjang 5 Kilometer. Sekaligus drainasenya dibenahi.” pungkasnya. (*)