KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Rencana besar Pemkot Samarinda memindahkan Balai Kota pada lokasi antara lain, Simpang Pasir Kecamatan Palaran, Makroman Kecamatan Sambutan, Sungai Siring dan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara, mendapat banyak respons berbagai pihak.
Salah satunya dari wakil rakyat DPRD Samarinda, Subandi. Menurutnya, proses pemindahan kota baru Samarinda itu, wajib proporsional dan sesuai kebutuhan.
“Ide positif. Tapi harus diingat, proses perpindahan itu jangan sampai menguntungkan segelintir orang saja. Harus melihat urgensi dan peruntukan utamanya. Jangan malah demi memfasilitasi kepentingan korporasi dan pengembang,” ungkap Subandi pada kaltimnews.co.
Ia menambahkan, selama sesuai kebutuhan DPRD Samarinda tentu tak akan mempersoalkan. “Tetap diperlukan kajian teknis, studi kelayakan yang mendalam dan komprehensif oleh tim ahli secara objektif. Agar tak ada yang bergeser dari tujuan utama,” katanya.
terkait lokasi, Politisi PKS ini menyerahkan sepernuhnya pada yang lebih memahami terkait letak dan lokasi strategisnya. Dimanapun, menurutnya, asal demi kemaslahatan masyarakat Samarinda, akan didukungnya. Hal itu sesuai, perda No. 2/2014 tentang Tata Ruang Wilayah Samarinda 2014-2023, bahwa perencanaan kawasan penataan kota baru dibangun di Samarinda Seberang. Meskipun demikian, menurut Subandi tidak menutup kemungkinan aturan tersebut dapat update sesuai dengan kontekstualnya yang berdasarkan data/fakta lapangan dari hasil studi kelayakan (feasibility study) oleh tim teknis.
“Jangan lupakan pertimbangan utuh yang relevan terkait dimensi, strategis letak geografis, ekonomi, politik, sosial, pemerintahan, pemerataan pembangunan, keamanan termasuk juga aspek potensi kebencanaan dan lain-lain,” sebutnya.
Terpenting, wacana perpindahan kota baru ini sebagai bentuk efektifitas Pemkot Samarinda dan sesuai kebutuhan, apalagi kata Subandi, Samarinda adalah sebagai kota penyangga ibu kota negara yang baru maka perlu ada penataan kota yang representatif menuju kota smart city.
“Konsep smart yang efektif, fleksibel dalam pelayanan, kemudahan akses dan berimbas positif pada siapapun,” harapnya. (adv)