
KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Debat Kandidat Sesi ketiga digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, dalam acara debat tersebut menampilkan video kompleksitas masalah di Samarinda pada debat ketiga yang dilaksanakan di Hotel Aston, Rabu (2/12/2020) malam.
Sebuah video tentang kondisi jalan rusak tepatnya di Kelurahan Pulau Atas Jalan Olah Bebaya RT 23 Gang 409 dan Kelurahan Bukuan Jalan Delima RT 1. Sudah berkali-kali diusulkan masyarakat dalam musrenbang baik itu ditingkat kelurahan dan kecamatan tapi tidak pernah terakomodir.
Tiga pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Samarinda sontak menyampaikan gagasannya.
“Dana ini bisa dimanfaatkan supaya masyarakat jangan sampai teriak dan menanami pohon di jalan. Dan semua itu sudah kami rancang di dalam petunjuk operasional yang jelas,” ungkap Paslon Nomor Urut 3 Zairin.
Berbeda dengan paslon nomor urut 3, calon wali kota nomor urut 1 Muhammad Barkati mengatakan dana tanggap darurat bukan untuk memastikan pelayanan dasar ini berjalan dengan baik. Kepala daerah harus turun ke masyarakat melihat situasi dan kondisi lingkungan itu dan juga ingin mendengar apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
“Melihat video tadi ini dipastikan bukan dalam situasi tanggap darurat atau penggunaan dana cadangan. Ini jalan yang sudah diketahui rusak sudah lama,” jelasnya.
Dirinya menambahkan Dinas PU harus kontrol setiap saat, oleh karena itu setiap kecamatan harus ada petugas yang memonitor.
“Kita akan membuka ruang informasi partisipasi masyarakat. Sehingga pemerintah cepat merespon masalah yang ada,” ungkap Barkati.
Sementara Calon nomor urut 2 Andi Harun mengatakan jika pihaknya sudah turun ke lapangan tidak ada perhatian sudah hampir tujuh tahun. Seharusnya para kepala daerah itu turun ke lapangan untuk melihat, jangan hanya menerima laporan dari stafnya.
“Mereka mengatakan tidak pernah diberhentikan dan kita sedih. Ini tidak boleh dibiarkan. Dan menggunakan aspal, kita lebih mendapatkan volumenya lebih besar dan murah daripada beton,” tutur Andi Harun. (*)