Skip to content

Kukar Galakkan Program Revolusi Jagung

Edi Damansyah; Ini Jelas Bisa Mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kukar

Dipublikasikan: 07 Mar 2020, 08:00
Kukar Galakkan Program Revolusi Jagung
Bupati Edi Damansyah, saat acara Penaman Jagung di wilayah, Kelompok Tani Kendoyan 2 Kelurahan loa Ipu Darat, Kecamatan Tenggarong, Sabtu (7/3/2020) siang -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), terus mengembangkan potensi daerah dari berbagai sector, salah satunya dalam sector perkebunan Jagung jenis hibrida yang kini terus gencar dilaksakan. Dari data yang diterima media ini, untuk sekarang ini terdapat sedikitnya 3.500 hektare (ha), lokasi yang tersebar di bumi kota raja itu.

Bupati Kukar Edi Damansyah, saat menghadiri acara penanaman perdana jangung hibrida bersama dengan Kelompok Tani Kendoyan 2 Kelurahan Loa Ipu Darat Kecamatan Tenggarong, Sabtu (7/3/2020) siang mengatakan, jika program revolusi jagung yang kini gencar dilakukan pihaknya itu merupakan bagian dari Proritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2016-2021.

Dipilihnya jagung kata Bupati Edi, bukanlah tanpa alasan mengingat komuditi jenis ini dapat tumbuh baik di Kukar, selain itu komuditi ini, kata dia tidak perlu medapat perlakukan khusus layaknya sebagian komuditi yang lain.

Grafis-jagung-kaltimnews.

“Yang kita Galakkan adalah Jagungn jenis hibrida, alasannya jagung jenis ini dapat berkembang dengan baik tanpa harus mendapat perlakukan yang khusus , selain ini komuditi jenis ini juga tidak memerlukan pemeiharaan secara spesifik, dan yang terpenting pasarnya untuk jenis komuditi ini sudah tersedia dengan harga yang cukup stabil yakni Rp4 ribu per Kilogram (kg),” ujar Edi.

Disebutkan Bupati Edi, jika komitmen Pemkab Kukar dalam mendorong upaya mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas untuk jenis komuditi tersebut terus digalakkan. Pembukaan lahan baru atau land clearing dan pendampingan misalnya, hal tersebut dapat di fasilitasi oleh Pemerintah dan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)

"Pergerakan jagung hibrida ini sudah berada hampir di setiap kecamatan. Mulai Muara Jawa, Samboja, Muara Badak, hingga Anggana. Sedangkan zona hulu sedang didorong, seperti Kembang Janggut dan Tabang. Ini jelas bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," ucapnya.

Edi-damansyah-tanam-jagung-kaltimnnews.

Bupati Kukar Edi Damansyah saat ikut melakukan penanaman perdana Jangung Jenis Hibrida, bersama dengan Kelompok Tani Kendoyan 2 Kelurahan Loa Ipu Darat Kecamatan Tenggarong -- www.kaltimnews.co / Foto:Istimewa

Sementara Itu, Ketua Kelompok Tani Kendoyan 2, Slamet Riadi, mengapresiasi sikap pemerintah daerah terhadap program revolusi jagung tersebut, menurutnya Kendoyan 2 memiliki lahan sebanyak 193 Ha, namun yang baru dikelola sebagai lahan budidaya jagung hibrida hanya sebesar 30 Ha. “Kelompok Tani ini hadir sejak 1990 silam awalnya hanya mengelola sektoril perkembunan sawit, namun saat ini kami memlihat sector jagung ini memiliki potensi yang cukup luar biasa, yang dapat tumbuh baik di Kukar, selain itu tanaman jenis ini tidak perlu mendapat perlakukan khusus layaknya sebagian komuditi yang lain,” kata dia.

“Kami dari kelompok tani Kendoyan 2 mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Kukar, khusunya kepada Bapak Bupati. Edi Damansyah, yang biasa hadir bersama kami sekaligus memberikan memberikan perhatian dalam meningkatkan sektoril ekomomi kami,” tambahnya (*)