KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Wacana Pemindahan Ibu Kota Samarinda ke Wilayah Utara terus disoroti Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar. Sejauh ini kata dia dirinya sudah mendorong rekannya di DPRD Kaltim untuk memperjuangkan pemindahan kota baru ke Palaran.
“Samarinda yang sekarang ini kerap dilanda banjir, menjadi salah satu penyebab ekonomi menjadi lamban tumbuh dikota Samarinda, walau hanya gerimis saja, seluruh kota akan banjir. Pergerakan ekonomi Samarinda pun lumpuh total,” sebut Anhar Kepada Kaltimnews.co, Rabu (23/10/2019) Sore.
Baca Juga : Anhar Sebut Tower XL Ditaman Samarendah Layaknya Layang-layang
Menurut Anhar lokasi Samarinda Utara kurang ideal dijadikan sebagai pusat ibu kota samarinda. Pasalnya Ketika hujan melanda, akses ke daerah tersebut dengan cepat terjadi banjir dan macet. Berbeda ketika pusat pemerintahan dipindahkan ke Samarinda seberang, infrastruktur jembatan penyebrangan kata dia, kini sudah cukup memadai sebagai fasilitas pendukung.
“Kantor wali kota itu seharusnya sudah dipindahkan di Samarinda Seberang, Palaran. Sehingga arah pembangunan bisa tertata dengan baik dan menarik Selain itu, tanah di sana masih luas, Pemprov atau Pemkot punya aset tanah di Samarinda Seberang, jadi tidak rugi untuk pembebasan lahan. Ratusan hektar milik eksekutif, jadi temen-teman jangan banyak narasi dan retorika. segera ambil langkah konkret, cerdas dan strategis, untuk memgatasi beban derita Samarinda. Pemindahan kota baru harus ke Palaran,” tegasnya. (Adv)