KALTIMNEWS. CO, Gelaran haul akbar yang digelar oleh lembaga adat Kesultanan Banjar di Mesjid Sofiatul Amin Jl Kesuma Bangsa, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung sukses.
“Kegiatan ini merupakan kali perdana kami laksanakan,” ujar Wakil Ketua Lembaga Adat Kesultanan Banjar Kalimantan Timur, Ellyansyah Kasthan kepada Kaltimnews.co yang ditemuai disela-sela acara, Sabtu (13/11/2021) siang.
Menurutnya haul perdana tersebut dibingkai dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan dihadiri sejumlah tamu penting seperti K H Zofaruddin atau yang akrab disapa Guru Udin dan KH Ahmad Zaini serta ratusan tamu undangan lainnya.
Dikatakan Ellyansyah tujuan kegiatan tersebut tak lain dan tak bukan untuk menjalin keluarga dengan para bubuhan pegustian dengan bubuhan banjar secara keseluruhan.
"Moment yang ingin kami munculkan pada acara perhelatan Haul Akbar Kesultanan Adat Banjar ini, pertama tama kami ingin mencari Keluarga bubuhan (kaum keluarga, kalangan) Pegustian yang belum pernah bertemu atau yang lama tidak bertemu,” katanya.
Dirinya berharap dengan hadirinya Lembaga Kesultanan Banjar tersebut kedepannya para bubuhan banjar yang tinggal di wilayah Bumi Etam bisa tekumpul dan bersilaturahmi dalam satu wadah yang utuh dengan mengedepankan hubungan Ukhuwah Islamiyah.
Haul Lembaga Kesultanan Banjar sendiri kata dia lahir dari ide awal Ketua Lembaga Adat Kesultanan Banjar Kalimantan Timur, Adi Rahman, yang kala itu bercita-cita yang ingin mengumpulkan para bubuhan Pegustian dan bubuhan banjar dalam satu rumah besar.
“Ketua Adi Rahman ingin,para Bubuhan Pegustian (keturuanan langsung dari raja banjar) dan bubuhan banjar menjadi satu kesatuan yang utuh tidak bercerai-berai dan bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya tanpa terkecuali," sebutnya.
Meski disebut sebagai lembaga kesultanan Adat Banjar namun Ellyansyah menyebut jika kehadirian lembaga tersebut bukan bertujuan untuk membentuk kerajaan ataupun kesultanan baru di Bumi Borneo.
“saya tegaskan keberadaan kami tidak ada kaitannya dengan pembentukan kerajaan atau kesultanan baru di wilayah Kalimantan, organisasi masyarakat (Ormas)pun bukan, apalagi partai politik. Ini murni lembaga yang hadir sebagai rumah besar bagi warga banjar,” tegasnya.
Kendati demikian dirinya tidak pernah melarang para warga yang tergabung dalam Kesultanan Adat Banjar untuk ikut berkecimpung di dalam Ormas maupun partai Politik.
“Itu kan hak peribadi orang, adalkan jangan membawa nama lembaga Kesultanan Adat Banjar kedalam ranah tersebut, ingat ini rumah besar buat kita bersama, oleh kaeranya kita semua harus menjaganya,” tuturnya.
Terkait agenda kegiatan pasca haul, dirinya menyebutkan bahwa jika dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pelantikan pengurus yang dibingkai dengan safari kemakam juriyat Kesultanan Banjar yang ada di Kaltim. (*)