
KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Tiga pasangan calon akan adu tajam visi misi dalam Debat Publik terakhir Pilkada Samarinda 2020 yang digelar malam ini. Ketiganya yakni Paslon nomor urut 1, Muhammad Barkati - Muhammad Darlis, Paslon nomor urut 2, Andi Harun - Rusmadi Wongso, Paslon nomor urut 3, Zairin Zain – Sarwono.
Debat yang dilaksanakan di Hotel Aston Samarinda tersebut dapat disaksikan langsung oleh warga Kota Samarinda melalui Live Streaming mulai pada pukul 20.00 Wita. Demikian yang disebutkan Komisioner KPU Samarinda Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipan Masyarakat (Sosdiklihparmas) M Najib
Menurutnya terdapat sejumlah perbedaan debat yang akan dilaksanakan mala mini dengan debat sebelumnya
“Penyajian materi debat, merupakan salah satu pembeda dari debat sebelumnya, pasalnya pada debat kali ini KPU Samarinda mencoba agar debat berjalan lebih eksploratif dan inspiratif, tujuannya agar semakin digali lebih dalam pemaparan para calon untuk dibawa ke mana nanti Kota Samarinda ke depannya,” kata Najib.
“Debat eksploratif ini adalah pertanyaan akan disampaikan melalui tayangan video. Tim penyusun menyiapkan video, kemudian ditanggapi oleh masing-masing kandidat paslon. Debat inspiratif adalah tanya jawab dan sanggahan antar paslon. Metode ini akan dilakukan di segmen ketiga dan keempat," sambungnya.
Najib menyebutkan debat pamungkas ini dibuat lebih seru ketimbang debat sebelumnya. Sebab, setiap segmen para paslon diberikan tema yang berbeda-beda.
"Debat kali ini lebih seru karena saling menanggapi dan tema yang dibahas kali ini selalu dibahas di setiap sesi debat. Jadi per segmen akan selalu membahas tema debat ini," tuturnya.
Adapun durasi debat masih sama dengan pelaksanaan debat kandidat yang digelar sebelumnya, yakni 90 menit yang dibagi menjadi 4 segmen pertanyaan. Ditambah dengan 30 menit untuk iklan layanan masyarakat total durasi 120 menit.
Menurut Najib setidaknya ada 9 pertanyaan yang akan diberikan juga termasuk titipan pertanyaan yang diajukan oleh kelompok mahasiswa.
"Kajian tentang proses pelaksanaan pemilihan di masa pandemi, mereka menyampaikan satu bundel kajian yang mereka namanya gerakan Siap Simpul Advokasi Pilkada dari mahasiswa Unmul. Dan kami sudah sampaikan ke tim penyusun untuk dijadikan materi bahan masukkan dalam rangka materi debat," tuturnya. (adv)