Skip to content

Novan Syahroni: Saatnya Warga Samarinda Persiapkan Skill Hadapi IKN

Dipublikasikan: 16 Feb 2022, 21:00
ADVERTORIAL
Novan Syahroni: Saatnya Warga Samarinda Persiapkan Skill Hadapi IKN
Anggota DPRD Samarinda Novan Syahroni (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Di Bumi Etam tentunya harus disambut baik oleh warga Kalimantan Timur (Kaltim), bukan hanya di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) atau wilayah sekitar lokasi IKN saja, melainkan sejumlah wilayah di Kaltim harus seyogyanya memersiapkan diri menghadapi IKN itu nantinya.

Demikian yang disampaikan Anggota DPRD Samarinda, Novan Syahroni kepada Kaltimnews.co saat ditemui diruang kerjanya Rabu (16/2/2022) siang.

“Tentunya di IKN nanti kita sebagai warga Kaltim dan Samarinda pada khsusnya tidak ingin menjadi penonton oleh karenanya kita harus memersiapkan diri dalam proses pembangunan IKN tersebut,” ujarnya.

Sebagai Ibukota Kaltim, Samarinda tentunya memiliki peran besar, mengingat Kota Tepian (Selogan Kota Samarinda) akan menjadi kota penyanggah IKN tersebut.

“Sekarang ini warga seakan terlena dengan proses pemilihan ketua Otoritas IKN, padahal disisi lain warga Samarinda harusnya kini memersiapkan dirinya dalam hal pemenuhan skill diberbagai bidang,” tuturnya.

Bukan hanya itu saja kata dia pemerintah Kota Samarinda mulai sekarang ini harus melakukan pendataan tentang jumlah warga samarinda yang produktif dan siap kerja.

“Oleh karena itu saya bersama dengan fraksi Partai Golkar akan mendorong upaya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) diberbagai bidang agar warga kota samarinda pada khsusnya dapat ikut terlibat dalam upaya pembangunan IKN tersebut,” cetusnya.

Sejumlah upaya yang ia maksud berupa pendataan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja bagi warga Samarinda yang memiliki skill maupun tidak memiliki skill.

“Ini langkah awal dan merupakan hal yang penting agar nantinya kita bisa melakukan klasifikasi bagi warga, contohnya ada warga yang lulusan SMU sederajat dan tidak memiliki skill tertentu, mereka ini nantinya yang kita berdayakan dengan memberikan pelatihan, kursus keterampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja,” jelasnya.

Dalam proses pelaksanaaannya kata dia, Pemerintah Kota Samarinda dapat menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK). Hal ini efektif kata dia mengingat nantinya Dinas Tenaga Kerja dapat memiliki kouta tenaga kerja siap pakai.

“Jadi yang muncul nantinya bukan lagi lowongan tenaga kerja tapi bursa tenaga kerja siap pakai oleh Dinas Tenaga Kerja, bukan sebaliknya seperti sekarang ini, kosep ini harus dirubah guna menuju samarinda sebagai pusat peradaban,” tuturnya.

Untuk diketahui bersama, Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam keterangan persnya mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim dapat menyerap hingga 1,3 juta tenaga kerja.

Pembangunan IKN juga menurutnya dapat mendorong investasi yang pada tahun ini diharapkan mencapai Rp5.817,3 hingga Rp5.912,1 triliun.

“Mudah-mudahan itu [pembangunan IKN] bisa jadi salah satu pilihan untuk menciptakan lapangan kerjda dan menggerakkan industri di belakangnya,” katanya sebagai mana yang dikutip dari Bisnis Indionesia. (*)