KALTIMNEWS.CO, Sudah menjadi rahasia umum, bahawa sejumlah wilayah di Samarinda hingga kini masih belum tealiri pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (Perumdam) atau yang sering disebut PDAM.
Pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perudam) Tirta Kencana Samarinda pun disoroti sejumlah pihak lantaran dinilai masih belum maksimal, mengingat produksi air melimpah, tetapi tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.
“Kami heran kenapa pengadaan pipa sekunder tidak tersedia di semua wilayah. Padahal, kalau kita hitung-hitungan secara bisnis, Perumdam semestinya untung. Dan bisa melakukan pengadaan pipa sekunder. Jual kue saja untung, masa jual air tidak bisa untung,” ungkap Anggota DPRD Samarinda Novi Marinda Putri, Senin (30/1/2023) siang.
Hingga kini kata dia, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait pelayanan dari perusahaan daerah tersebut.
“Bahkan ada warga yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari intake, tetapi belum tersambung dengan PDAM, jadi saya heran kalau ada pihak yang menyebut kalau kinerja PADAM atau Perumdam Tirta Kencana mencapai pada level tingkat kepuasan pelanggan,” terang Novi. (*)