Skip to content

Salut, Warga Desa Selerong Salurkan Paket Sembako Dari Donatur Secara Mandiri

Melalui Tim Relawan Mandiri Selerong, Warga Melakukan Berbagai Kegiatan Pencegahan Covid-19    

Dipublikasikan: 20 Apr 2020, 01:02
Salut, Warga Desa Selerong Salurkan Paket Sembako Dari Donatur Secara Mandiri
Tim relawan Mandiri Selerong Saat membagikan paket sembako kepada warga -- wwwkaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Ditengah wabah Covid-19 sejumlah wilayah khususnya di Kalimantan Timur, melakukan berbagai upaya dalam mencegah wabah pendemi virus dari Wuhan China tersebut. Mulai dari pemberlakukan social distancing atau jaga jarak, tinggal dirumah bahkan penyemprotan desinfektan dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19.  

Di Kutai Kartanegara (Kukar) sendiri, Bupati Kukar, Edi Damansyah telah meningkatkan status Status Siaga Darurat Bencana Wabah Covid-19 menjadi Status Tanggap Darurat Bencana.  

Namun ditengah keputusan Bupati tersebut, sejumlah warga di Desa Selerong, Kecamatan sebulu, Kukar, malah merasa khawatir, lantaran desa yang mereka didiami sekarang ini, belum mendapat reaksi cepat dari pemerintah setempat.

“Ada 11 Rukun Tetangga (RT) di desa ini, yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, terkait wabah Covid-19,” ujar Akhmad Saleh, (32) Warga RT 04 kepada kaltimnews.co, Minggu (19/4/2020) malam.

Menurut Saleh, hingga sekarang ini, masyarakat ditengah kegelisahannya tetang bahaya wabah Covid-19 berupaya membuat berbagai solusi. Sebut saja pembentukan Tim Relawan Mandiri Selerong yang digagas warga pada 27 Maret kemarin.

“Tim relawan ini terbentuk untuk menjawab kegelisahan warga yang selama ini, yang menunggu rekasi cepat dari pemerintah setempat, yang hingga kini belum mengambil peran dalam penanganan Covid-19, di desa ini,” katanya.

Beranggotakan sekira 30 orang, Tim relawan yang di Ketuai oleh Muhammad Dani ini, langsung membuat berbagai terobosan, seperti halnya melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri keberbagai rumah warga di 11 RT desa tersebut.

“Sudah dua kali kami melakukan penyemprotan desinfektan kerumah warga, Insya Allah jika dana kembali terkumpul dan memadai untuk membeli cairan desinfektan, maka sebelum bulan puasa kami akan melakukan penyemprotan serupa,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya Tim Relawan Mandiri Selerong ini, mengaku mengumpulkan dana secara mandiri dari berbagai warga sekitar. “Selain warga sekitar berbagai dana juga kami berhasil dapatkan dari warga yang desa yang bekerja diluar daerah, dari dana tersebut lah, kami membuat berbagai kegiatan seperti penyemprotan mandiri serta pembagian sembako hingga pembuatan masker,” terangnya.

Sejak 10 April kemarin, Tim Relawan Mandiri Selerong yang bejumlah 30 orang lebih ini, telah berhasil menyalurkan 42 paket sembako kepada warga sekitar. “Jadi kegiatan kami, bukan hanya terfokus pada penyemprotan saja, melainkan keberbagai hal, seperti pembagian sembako ke warga lanjut usia (Lansia) serta pembuatan 100 masker yang melibatkan 3 orang relawan penjahit di desa kami,” bebernya.

“Sebenarnya traget kami 1.500 masker, yang nantinya akan kami bagikan ke para warga desa di 11 RT, namun karena keterbatasan dana, di awal ini kami hanya membuat hanya 100 masker saja, begitu pula dengan bantuan sembako, sebenanarnya 42 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, teh, dan mie instan, itu tidak semuanya kami bagikan ke warga, melaikan hanya 42 orang warga yang benar-benar membutuhkan bantuan ditengah wabah Covid-19 ini,” tabahnya.

Dirinya berharap kedepan, kegiatan tersebut dapat perhartian serius dari pemerintah setempat, mengingat wabah Covid 19 tersebut sangat berdampak besar dari berbagai aspek seperti aspek kesehatan, ekonomi, sosial, agama, kesejahteraan dan ketertiban serta keamanan masyarakat.

“Kami berharap, pemerintah setempat dapat memberikan perhatian lebih kepada warga, mengingat bahaya Covid-19 ini merupakan wabah internasional yang harus bersama-sama kita cegah penyebarannya,” tutupnya. (*).