KALTIMNEWS.CO, Sejumlah Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Samarinda Seberang nampak antusias menggelar Bazar jajanan kue khas tradisional. Kegiatan ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka yang diberikan kepada siswa siswi kelas 1 dan 4 SD tersebut
Kepada media ini Kepala Sekolah SDN 010 Samarinda Seberang Mardiana mengatakan, jika pada proses pelaksanannnya kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak.
“Kegiatan terselenggara berkat kerjasama yang baik antara sekolah dan Komite yang terus memberikan kontibusi dalam kemajuan pendidikan di sekolah ini,” ujar Mardiana Sabtu (10/12/2022) pagi.
Dikatakan Mardiana, dalam kegiatan tersebut, para siswa diajarkan cara bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
“Jajanan yang mereka tawarkan itu harus memiliki kearifan lokal, harganya pun yang ditawarkan tidak boleh lebih dari angka yang telah ditetapkan, misalnya harga persatu jajanan itu nilainya Rp 1000,-, maka para siswa tidak boleh menjual jajanan tersebut lebih dari nilai tersebut,” jelas Mardiana.
Dirinya berharap dengan kegiatan tersebut nantinya para siswa-siswi SDN 010 Samarinda Seberang dapat lebih peka mengenali lingkungan sekitar, terlebih dalam menggali berbagai produk olahan makanan daerah. Selain itu dengan kegiatan ini, pihaknya berharap agar olahan makanan tradisional itu kembali dimunculkan agar tidak lengkang oleh waktu.

Kepala SDN 010 Samarinda Seberang Mardiana (baju biru) berfose bersama dengan pengawas diatas produk olahan bahan belas yang dibuat oleh siswa (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)
“Kita tentunya tidak ingin sejumlah olahan tradisonal ini kemudian hilang ditelan waktu, melainkan olahan makanan ini lebih bisa hadir dan bersaing ditengah olahan jajanan modern yang notabene bukan mencerminkan kultur dan kearifan lokal,” sebutnya.
“Dan harus diketahui semua produk jajanan yang disajikan hari ini, semua olahannya harus dari siswa-siswi yang tentunya dalam prosesnya tetap didampingi oleh orang tua masing-masing, dan semua jajanan ini disajikan tanpa bahan plastic, dan Monosodium Glutamat (MSG),” lanjut Mardiana.
Dalam kesempatan tersebut dirinya juga mengucapkan apresiasinya kepada semua pihak termasuk diantaranya Komite SDN 010 Samarinda Seberang, para orang tua maupun panitia pelaksana kegiatan.
“Saya mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan ini, karena tanpa dukungan dari sejumlah pihak tentunya acara ini tidak bisa berjalan secara baik,” sebut Mardiana.

Nampak siswa-siswi SDN 010 Samarinda Seberang tengah membeuat olahan barang bekas menjadi barang bermanfaat (Foto: Arief Kaseng/Kaltimnews.co)
Untuk diketahui bersama kegiatan ini dirangkai dengan pameran hasil karya siswa-siswi yang terbuat dari olahan barang bekas.
“Olahan barang bekas ini, diolah oleh siswa sebagai contoh bagi warga sekitar agar nantinya barang-barang tersebut tidak menjadi sampah yang mencemari lingkungan, akan tetapi menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis yang bermanfaat,” sebut Mardiana.
Sejumlah barang bekas yang diolah para siswa siswi ini seperti, ban bekas yang disulap menjadi boneka, tutup botol bekas menjadi tempat sampah, polpen, dan tisu.
“Sementara untuk botol plastiknya kami isi dengan benda padat dari limbah non biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali (EcoBreak), adapun stik es cream kami buat dengan sejumlah olahan seperti miniature rumah, bingkai foto, tempat tisu dan lainnya,” terangnya. (*)