Skip to content

Sekada Sunggono Apresiasi Petani Jagung di Kukar

Wujudkan Revolusi Jagung di Kukar

Dipublikasikan: 27 Nov 2020, 01:32
Sekada Sunggono Apresiasi Petani Jagung di Kukar
Sekda kukar Sunggono --www.jkaltimnews.co/Foto : Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Harus diakui pendemik Covid-19 membuat Sebagian Ekonomi rakyat terpuruk hampir sejumlah sector ikut merasakan imbas dari hadirnya wabah yang bersala dari Wuhan China tersebut.

Tentunya hal tersebut menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah daerah, guna memulihkan Ekonomi memulihkan ekonomi masyarakat, maka saat ini pemerintah sedang fokus bagaimana masyarakat bisa bangkit dan terus berkembang, demikian yang disebutkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), Sunggono kepada media ini.  

“Sejumlah sector merasakan imbas dari kehadiran Pendemik Covid-19 ini, namun ada satu sector yang tidak terpengaruh akibat adanya pandemi Covid-19 yakni sector perkebunan jagung,” ujar Sunggono.

Hal tersebut kata dia terlihat jelas saat dirinya menghadiri kegiatan panen jagung kelompok tani (Poktan) IDI Dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, Kukar pada Rabu (4/11/2020) lalu.

“Kegiatan tersebut sebenarnya sudah kami canangkan terkait produksi jagung di Kukar dan ini bagian dari upaya kita bersama Pemda Kukar dan stakeholder yang lain dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus program Revolusi jagung di Kukar,” sebut Sunggono.

Menurutnya hingga kini Pemda Kukar terus memberikan dukungandan apresiasi kepada petani agar tetap berkreasi, bersedia produksi dan mau memberikan kontribusinya dalam membangun pertanian di Kukar.

Selain memberikan dukungan morol dalam kesempatannya tersebut dirinya menyebutkan jika Pemda Kukar turut memberikan bantuan berupa alat pertanian guna membantu masyarakat agar terus memproduksi jagung. Seperti handsprayer 110 unit, cultivator 2 unit, power thesher 1 unit, tracktor roda dua 1 unit dan dolomit 60 ton kepada kelompok tani.

“Jangan sampai petani terkendala, karena sejauh ini Pemda juga telah  menjalin kerjasama dengan asosiasi petani jagung Indonesia (Apji). Hal ini dilakukan agar hasil pertanian produksi jagung masyarakat di Kukar jelas permasalahannya dan akan dikemanakan hasil pertanian tersebut,” terangnya. (*)