KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sifat gotong royong dan membantu sesama manusia merupakan cermin budaya Indonesia, sifat ini tentunya harus tetap dilestarikan warga Indonesia. Dibeberapa warga kota besar “adat ketimuran” ini mulai pudar lataran kesibukan aktifitas.
Di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri, adat ketimuran ini, ternyata masih masih tetap terjaga, meskipun wilayah ini didiami oleh sejumlah suku yang berbeda.
Herman (48) misalnya, warga Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang notabene merupakan anggota Kerukunan Pemuda Mandar Sulawesi Barat (KPMSB) Muara Badak Kaltim mengaku jika sudah setahun dirinya dan rekannya, melakukan berbagai kegitan social ke masyarakat Muara Badak.

Herman (Satu Kanan) saat melakukan aksi sosial berupa pendampingan bagi warga Muara Badak di rawat di salah satu rumah sakit -- www.kaltimnews.co / Foto : Dokumen Kaltimnews
“Sudah setahun lebih, saya dan kawan-kawan KPMSB melakukan kegiatan social ini, gunananya untuk membantu setidaknya meringankan beban moril yang dialami warga, apatahlagi warga yang memang tergolong tidak mampu.
Minimnya pengetahuan warga tentang alur prosedur kesehatan merupakan hal yang paling sering ditemukan Herman dan kawan-kawan.
“Seperti contoh, Rabu (11/3/2020) kemarin, Udin yang merupakan salah satu warga Muara Badak yang mengalami masalah kejiwaan itu menderita sakit. Selain tidak memiliki keluarga, Udin ini juga tidak memiliki jaminan social berupa BPJS Kesehatan, maka kami dan kawan-kawan membantu menguruskan BPJS nya di ibukota Kabupaten, dan alhmadulillah sudah selesai hingga (12/3/2020) hari ini, Udin sudah bisa di rujuk dan di rawat di RSUD AW Syahrani Samarinda,” kata Herman.
Dalam melakukan aksi Herman dan kawan-kawan mengaku tidak meminta imbalan apapun, meskipun jarak yang ditempuhnya untuk sampai ke ibukota kabupaten berjarak 160 Kilometer (Km) pergi-pulang.
“Namanya saja membantu, masa harus minta biaya,” cetusnya.
Bukan hanya pengurusan BPJS kesehatan saja, pendampingan warga yang sakit juga dilakukan oleh pihaknya. Bahkan kata Wakil Ketua Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Muara Badak ini, pelayanan kepada masyarakat itu sampai pada pelayanan ambulance gratis bagi warga.
“Jadi kami bukan hanya membantu dari system administrasi saja, melainkan kami terus melakukan pendampingan dan pantauan bagi warga yang meminta bantuan kepada kami, jenisnya macam-macam, mulai dari administarsi, ambulance bahkan mobil jenazah bagi warga yang meniggal dunia kami siapkan,” tutur Herman. (*)