Skip to content

Truk Kontainer Parkir Sembarangan, DPRD Samarinda Ingatkan Ancaman Kecelakaan di Jalan Raya

Dipublikasikan: 11 Jun 2026, 14:44
ADVERTORIAL
Truk Kontainer Parkir Sembarangan, DPRD Samarinda Ingatkan Ancaman Kecelakaan di Jalan Raya

KALTIMNEWS.CO – Pemandangan truk kontainer dan kendaraan logistik berukuran besar yang terparkir di tepi jalan kini semakin sering ditemui di sejumlah kawasan Kota Samarinda. Di balik aktivitas distribusi barang yang terus meningkat, kondisi tersebut menyimpan ancaman serius yang tak bisa lagi dianggap sepele.

DPRD Kota Samarinda menilai keberadaan kendaraan berat yang menggunakan badan jalan sebagai lokasi parkir telah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya.

Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPRD Samarinda dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang membahas penataan lalu lintas serta pengelolaan perparkiran di kota tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kendaraan-kendaraan berat yang parkir di ruas jalan umum tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga menciptakan titik-titik rawan kecelakaan.

Menurutnya, kondisi ini banyak ditemukan di kawasan pergudangan dan jalur distribusi barang yang setiap hari dilalui kendaraan besar.

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jalan umum bukan tempat parkir kendaraan logistik dalam waktu lama," ujarnya.

Deni menilai keberadaan truk yang berhenti di tepi jalan sering kali mengurangi jarak pandang pengendara lain, terutama pada malam hari atau saat cuaca kurang bersahabat. Situasi tersebut dapat memicu kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah apabila tersedia fasilitas parkir yang memadai.

Karena itu, DPRD meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan penertiban sesaat. Langkah yang lebih permanen dinilai perlu segera diwujudkan agar kendaraan berat memiliki lokasi parkir yang aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan aktivitas logistik di Samarinda memang meningkat seiring berkembangnya sektor perdagangan dan distribusi barang. Namun di sisi lain, kapasitas fasilitas pendukung belum berkembang secepat pertumbuhan kendaraan operasional yang melintas setiap hari.

DPRD menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar persoalan kemacetan dan kecelakaan tidak semakin kompleks di masa mendatang.

"Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya kemacetan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat di jalan raya," tegas Deni.

Melalui pembahasan bersama Dishub, DPRD berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengurangi praktik parkir liar kendaraan berat dan menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh warga Kota Samarinda. (*/adv/rif/kaltimnews.co)