Skip to content

Turunkan angka Total Fertility Rate, Pemkot Gelar MoU Madrasah Siaga Kependudukan

Melalui Sekolah Siaga, Ajak Generasi Muda Sadar Kependudukan

Dipublikasikan: 19 Oct 2019, 07:47
ADVERTORIAL
Turunkan angka Total Fertility Rate, Pemkot Gelar MoU Madrasah Siaga Kependudukan
Wakil Wali Kota Samarinda M Barkati saat acara sosialisasi dan penandatanganan nota kesepakatan Madrasah Siaga Kependudukan (MAS - IDUK) dengan Kementerian Agama Kota Samarinda di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Jum'at (18/10/2019) kemarin.-- www.kaltimnews.co / Foto : Kominfo Samarinda

 banner-pemkot-SAMARINDA-OK.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi, tak dipungkiri, bonus demografi merupakan hasil dari upaya menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluarga berencana (KB). Jika dimanfaatkan dengan optimal, bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Samarinda melakukan sosialisasi dan penandatanganan nota kesepakatan Madrasah Siaga Kependudukan (MAS - IDUK) dengan Kementerian Agama Kota Samarinda di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Jum'at (18/10/2019) kemarin.

 ucapan-selamat-kaltimnews-presiden-ri.

Wakil Wali Kota Samarinda M Barkati saat dihubungi kaltimnews.co, Sabtu (19/10/2019) sore mengatakan, sosialisasi dan sinkronisasi program kepada peserta didik sangat dibutuhkan, karena itu dia berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan program yang baik ini.

"Melalui pengetahuan diharapkan dapat merubah sikap dan perilaku setiap orang dan keluarga untuk sadar kependudukan yaitu dengan membentuk keluarga kecil berkualitas, menyiapkan generasi penerus, menyiapkan hari tua dan memperhatikan lingkungan," tuturnya.

Terpisah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Nurul Mu'minayati mengatakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan program dari BKKBN.

"SSK sebagai implementasi nasional pengendalian kependudukan dan keluarga berencana dalam program - program pendidikan terintegrasi dan dikelola penyelenggara pendidikan melalui pemberdayaan sekolah serta memberikan kemudahan dan akses terhadap anak didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus dibidang perlindungan dan keluarga berencana, pendidikan, kesehatan dan juga pemberdayaan ekonomi kreatif," ungkap Nurul.

Sementara ketua panitia sosialisasi, Erminawati Ilham melaporkan 61 sekolah Mim dan Mts telah tergabung dalam MAS - IDUK.

"100 sekolah untuk SD, SMP se-kota Samarinda telah kami undang, semoga kedepan kami dapat menuntaskan SD SMP Mim MTS se-kota Samarinda tentang sekolah siaga kependudukan di tahun 2023," beber Erminawati. (*)