KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Di penghujung masa jabatannya sebagai Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, kembali menyerahkan Laboraturium berjalan berupa 1 Unit Mobil PCR dan 4 buah Ambulans, acara penyerahan bantuan 4 mobil ambulance dan 1 unit mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) digelar secara serimonial di halaman Parkir rumah jabatan walikota samarinda Selasa (27/10/2020).
“Satu unit mobil PCR merupakan bantuan dari Pemerintah dari dana APBD, yang merupakan alat untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Samarinda, karena Samarinda masuk dalam zona Merah penularan Covid-19 dan secara resmi sudah mulai beroperasi,” ujar orang nomor satu di Kota Tepian tersebut.
Walikota Jaang sangat bersyukur akhirnya Pemkot Samarinda mempunyai Laboraturium berjalan, yang memiliki 3 alat Test PCR, dimana kemampuannya untuk membaca hasil swab hanya sampai satu jam, dengan 16 Sampel yang gunanya untuk mepercepat diagnose Covid-19.
“Pemkot Samarinda Juga kini telah memiliki Mobile Combat PCR baru, yang mampu mengerjakan 128 spesimen per hari. Dan dalam satu jam pemriksaan test dapat di ketahui oleh Tim Pemeriksa, misi pertama mobil PCR ini, akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah tim kesehatan di Puskesmas dan tim surveilens. Selain itu mobil PCR juga akan secara bekala memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Samarinda,” sebtunya.
Selain menyerahkan bantuan mobil PCR dalam kegiatan itu juga dirangkai dengan penyerahan 4 unit mobil ambulance yang di pergunakan untuk melengkapi oprasional di Puskesmas Bengkuring, Temindung, Puskesmas Baqa, dan Puskesmas Lok Bahu.
“Pembagian 4 ambulance kepada Puskesmas merupakan komitmen Pemkot untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Samarinda di Puskesmas, saya berharap dalam seminggu samarinda ada dalam zona orange, semua warga tetap harus jaga kesehatan, jangan anggap remeh, karena samarinda sudah terjadi trasmisi lokal ada 577 orang yang melakukan isolasi mandiri non klaster, harus banyak berjemur, gembira. Karena yang membuat gembira diri kita sendiri,” ungkap Jaang.
Mobil PCR dan ambulance, mulai beroperasi, dan akan secara berkala memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Samarinda, lebih dini ditemukan Covid-19. Langsung lakukan isolasi mandiri. Covid-19, banyak yang tidak bergejala, tetap dengan mengikuti protokol kesehatan, wajib menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga Jarak, serta menghindari kerumunan,” imbaunya.
Sementara itu Plt Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr.H. Ismid Kusasih, mengatakan jika alat tersebut mampu melakukan test terhadap 300 specimen per hari sehingga mampu meningkatkan pemeriksaan kepada masyarakat Kota Samarinda dan hasilnya langusung di ketahui.
“Mobil PCR awalnya akan melakukan swab kepada para tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19,” kata Ismid Kusasih. (*)
Walikota Jaang: Akhirnya Pemkot Samarinda Mempunyai Laboraturium Berjalan
Serahkan 4 Ambulance, dan 1 Mobil PCR
KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Di penghujung masa jabatannya sebagai Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, kembali menyerahkan Laboraturium berjalan berupa 1 Unit Mobil PCR dan 4 buah Ambulans, acara penyerahan bantuan 4 mobil ambulance dan 1 unit mobil Polymerase Chain Reaction (PCR) digelar secara serimonial di halaman Parkir rumah jabatan walikota samarinda Selasa (27/10/2020).
“Satu unit mobil PCR merupakan bantuan dari Pemerintah dari dana APBD, yang merupakan alat untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Samarinda, karena Samarinda masuk dalam zona Merah penularan Covid-19 dan secara resmi sudah mulai beroperasi,” ujar orang nomor satu di Kota Tepian tersebut.
Walikota Jaang sangat bersyukur akhirnya Pemkot Samarinda mempunyai Laboraturium berjalan, yang memiliki 3 alat Test PCR, dimana kemampuannya untuk membaca hasil swab hanya sampai satu jam, dengan 16 Sampel yang gunanya untuk mepercepat diagnose Covid-19.
“Pemkot Samarinda Juga kini telah memiliki Mobile Combat PCR baru, yang mampu mengerjakan 128 spesimen per hari. Dan dalam satu jam pemriksaan test dapat di ketahui oleh Tim Pemeriksa, misi pertama mobil PCR ini, akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah tim kesehatan di Puskesmas dan tim surveilens. Selain itu mobil PCR juga akan secara bekala memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Samarinda,” sebtunya.
Selain menyerahkan bantuan mobil PCR dalam kegiatan itu juga dirangkai dengan penyerahan 4 unit mobil ambulance yang di pergunakan untuk melengkapi oprasional di Puskesmas Bengkuring, Temindung, Puskesmas Baqa, dan Puskesmas Lok Bahu.
“Pembagian 4 ambulance kepada Puskesmas merupakan komitmen Pemkot untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Samarinda di Puskesmas, saya berharap dalam seminggu samarinda ada dalam zona orange, semua warga tetap harus jaga kesehatan, jangan anggap remeh, karena samarinda sudah terjadi trasmisi lokal ada 577 orang yang melakukan isolasi mandiri non klaster, harus banyak berjemur, gembira. Karena yang membuat gembira diri kita sendiri,” ungkap Jaang.
Mobil PCR dan ambulance, mulai beroperasi, dan akan secara berkala memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Samarinda, lebih dini ditemukan Covid-19. Langsung lakukan isolasi mandiri. Covid-19, banyak yang tidak bergejala, tetap dengan mengikuti protokol kesehatan, wajib menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga Jarak, serta menghindari kerumunan,” imbaunya.
Sementara itu Plt Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr.H. Ismid Kusasih, mengatakan jika alat tersebut mampu melakukan test terhadap 300 specimen per hari sehingga mampu meningkatkan pemeriksaan kepada masyarakat Kota Samarinda dan hasilnya langusung di ketahui.
“Mobil PCR awalnya akan melakukan swab kepada para tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien yang terkonfirmasi Covid-19,” kata Ismid Kusasih. (*)