KALTIMNEWS.CO, DPRD Kaltim melalui Komisi II bakal memanggil manajemen PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) rencana pemanggilan ini berbuntut dari Peristiwa kebakaran di area pabrik smelter nikel yang beroperasi di wilayah Pendingin, Sanga-sanga, Kukar tersebut pada Rabu (11/10/2023) kemarin.
“Masalah kebakaran ini harus menjadi perhatian bersama. Kita sedang membicarakan soal keselamatan kerja. Apalagi itu di dekat permukiman. Jadi jangan sampai ini terulang, karena akan berdampak dengan warga sekitar. Jadi harus benar-benar menjaga keselamatan,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kaltim Baharuddin Demmu didepan awak media.
Menurutnya DPRD Kaltim menguatirkan perusahaan yang baru saja diresmikan pengoperasiannya 19 September lalu itu sebenarnya belum siap dengan sistim keselamatan kerja karyawan.
“Dalam pemberitaan beberapa media menyebutkan, pabrik smelter nikel yang dioperasikan PT Kalimantan Ferro Industry itu masih dalam tahap commissioning test atau uji coba mesin dan peralatan. Dengan adanya kejadian seperti ini tentunya dapat menimbulkan keresahan baik di kalangan karyawan dan juga warga sekitar,” ungkapnya.
Diketahui bersama dalam kebakaran tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa, 1 orang meninggal dan satu orang lagi mengalami luka bakar hampir 100 persen.
“Masalah kebakaran ini harus menjadi perhatian bersama. Kita sedang membicarakan soal keselamatan kerja. Apalagi itu di dekat permukiman. Jadi jangan sampai ini terulang, karena akan berdampak dengan warga sekitar. Jadi harus benar-benar menjaga keselamatan,” kata Baharuddin. (*/Adv)