Skip to content

DPRD Samarinda Peringatkan Ancaman Maut di Jalan PM Noor, Pasir dan Solar dari Truk Jadi Sorotan

Dipublikasikan: 01 Aug 2026, 03:27
ADVERTORIAL
DPRD Samarinda Peringatkan Ancaman Maut di Jalan PM Noor, Pasir dan Solar dari Truk Jadi Sorotan

KALTIMNEWS.CO – Keselamatan pengguna jalan di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius DPRD. Komisi III DPRD Kota Samarinda menilai ceceran pasir, batu, semen hingga tumpahan solar dari kendaraan angkut material telah berubah menjadi ancaman nyata yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan PM Noor. Ruas jalan ini setiap hari dilintasi kendaraan logistik dan truk pengangkut material menuju kawasan pembangunan di pinggiran Kota Samarinda.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan aktivitas distribusi material memang penting bagi pembangunan daerah. Namun menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan akibat kelalaian perusahaan dalam mengamankan muatan.

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai material yang diangkut justru membahayakan pengguna jalan," ujar Deni.

Ia menjelaskan, material yang berjatuhan ke badan jalan dapat menyebabkan pengendara, khususnya sepeda motor, kehilangan kendali. Risiko tersebut semakin besar ketika pasir, kerikil atau batu menutupi permukaan aspal yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.

Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan yang mengalami kebocoran tangki sehingga solar tumpah di jalan.

Menurut Deni, kondisi tersebut jauh lebih berbahaya karena membuat permukaan jalan menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Ia meminta seluruh perusahaan melakukan pemeriksaan armada secara berkala sebelum kendaraan beroperasi agar potensi kebocoran maupun kerusakan teknis dapat dicegah sejak awal.

Selain membahayakan masyarakat, ceceran material juga dinilai mempercepat kerusakan jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Samarinda bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkut material agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut tidak terus berulang.

Menurut Deni, keselamatan masyarakat harus menjadi indikator utama dalam setiap aktivitas distribusi barang di Kota Samarinda.

"Jangan sampai pembangunan yang sedang berjalan justru meninggalkan risiko bagi masyarakat yang menggunakan jalan setiap hari," pungkasnya. (*/adv/rif/kaltimnews.co)