Skip to content

Kampung Datah Bilang Ilir Akhirnya Kembali Memiliki Gereja

Bupati Mahulu: Ini Wujud Penantian Warga Selama 11 Tahun

Dipublikasikan: 22 Nov 2021, 21:00
Kampung Datah Bilang Ilir Akhirnya Kembali Memiliki Gereja
Bupati Kabupaten Mahakama Ulu, Bonifasius Belawan Geh,SH,ME saat meresmikan Gereja Katolik Stasi Santo Stephanus di Kampung Datah Bilang Ilir Kecamatan Long Hubung. (Foto : M.Rendi Rifaldy/kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Gereja Katolik Stasi Santo Stephanus akhirnya resmi digunakan oleh para jemaatnya, kehadiran rumah ibadah yang berlokasi di Kampung Datah Bilang Ilir, Mahakam Ulu (Mahulu) Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut, sekaligus menjawab penantian panjang masyarakat setempat.

Peresmian rumah ibadah tersebut, ditandai dengan acara persesmian oleh Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh dan diberkati langsung oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr Yustinus Harjosusanto MSF, Minggu (21/11/2021) kemarin.

“Kehadiran Rumah Ibadah di Kampung Datah Bilang Ilir ini telah ldinantikan sejak 11 tahun terakhir, pada dasarnya pembangunan gedung gereja bukan hanya sebagai tempat yang semata-mata diperuntukan untuk ritual ibadah saja, melainkan juga sebagai tempat untuk membangun persekutuan di antara umat manusia dalam mempererat tali kasih dan persaudaraan dalam Kristus,” ungkap orang nomor satu di Mahulu tersebut.

Dalam kesempatannya tersebut Bupati Bonifasius juga mengapresiasi sejumlah pihak terutama umat yang berada di Kampung Datah Bilang Ilir yang selama ini turut membantu hingga mengorbankan tenaga, waktu, hingga harta benda dalam penyelesaian pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Bangunan gereja ini dapat menujang semangan dan memotivasi para umat dalam pembekalan nilai-nilai luhur keagamaan di Mahulu, khususnya di Kampung Datah Bilang Ilir, Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu juga telah memberikan dana hibah sebesar Rp 210 juta yang dialokasikan untuk mendukung pengadaan sarana dan prasaranan penunjang di Gereja,” bebernya.

Untuk diketahui bersama, Gereja Katolik Stasi Santo Stephanus sudah berdiri sejak 1978 dan pada era 90-an Gereja ini sempat mengalami kebakaran yang menghanguskan bangunan utama gereja.

Pada 2007 Pemkab Kutai Barat (Kubar) melakukan pembangunan gedung baru dengan mengelontorkan dana sekitar Rp70 juta. Proyek pembangunan ini kemudian dilanjutkan penyelesaiannya oleh Pemkab Mahulu ditahun ini. (*)