Skip to content

Pembangunan IKN Ditunda, Muhammad Samsun Kami Tak Masalah

Dipublikasikan: 15 Mar 2021, 22:22
ADVERTORIAL
Pembangunan IKN Ditunda, Muhammad Samsun Kami Tak Masalah
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun / Foto: Sukirman-Kaltimnews.co

Banner-DPRD-Kaltim

KALTIMNEWS.CO, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, melalui postingan di akun Instagram miliknya mengaku jika Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) bakal tertunda.

Dalam cuitannya, Suharso menyebutkan bahwa pembangunan IKN baru mulai akan dilaksanakan pada 2024 mendatang, dirinya juga menyampaikan alasan tertundanya pembangunan IKN baru di Bumi Etm tersebut, dikarenakan saat ini Pemerintah Pusat sedang fokus menanggulangi pandemi pemulihan ekomonomi akibat Covid-19.

“IKN baru ini kita memiliki harapan besar. Kita mengharapkan hadirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan jutaan lapangan kerja dan kesejahteraan,” jelas Suharso melalui akun Instagram miliknya @suharsomonoarfa, Senin (15/3/2021).

Tertundanya pembangunan IKN pada tahun 2024 ditanggapi santai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Muhammad Samsun, menurutnya mundurnya pembangunan IKN tidak berpengaruh bagi warga Kaltim.

“Saya pikir mundurnya pembangunan IKN tidak akan berpengaruh apa-apa buat kita (warga Kaltim),” ungkapnya, Kamis (18/3/2021) siang.

Lebih jauh, Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa sejak awal rencana pemindahan IKN di Kaltim merugikan pihak manapun. Begitu pula dengan penundaan pembangunannya.

“Sebagai bagian dari NKRI, Kita tentunya harus siap dan menerima ketika rencana mega proyek itu akan berlangsung di Kaltim. Sehingga, tidak perlu ada yang merasa dirugikan atas penundaan pembangunan IKN. saya sering mengatakan begini, kita ini kan sebelumnya sedang duduk manis. Tiba-tiba datanglah Pemerintah Pusat untuk mau menitip IKN di Kaltim. Ya kita sebagai warga bagian NKRI tentu harus menerima. Dan kemudian hari ini ditunda, ya terserah dengan yang punya hajat saja. Mau ditunda silahkan, dilanjutkan ya juga dipersilahkan,” sebut Samsun.

Sejatinya kata dia pemindahan IKN bukanlah hajatan yang dihelat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, melainkan itu murni keinginan pemerintah Pusat.

Walaupun kata dia dalam perjalanannya pasti ada pihak yang merasa dirugikan dengan penundaan pembangunan IKN ini, namun hal itu hanya dirasakan bagi para Investor saja, dan bukanlah warga Kaltim.

“Emang rugi apa dikita?, kan tidak ada ruginya. Karena ini memang bukan hajat kita, kalau ada yang rugi itu paling investor yang sudah menanamkan saham dan investasi di Kaltim dengan harapan IKN segera dibangun lalu tertunda, mungkin iya mereka merasa rugi,” jelasnya.

Dengan mundurnya jadwal pembangunan IKN kata Samsun, justru malah memberi kesempatan bagi warga Kaltim dalam mempersiapkan diri dalam hal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur, yang disebutnya, hingga saat ini masih terus berjalan. Hal ini guna menyambut pemindahan IKN yang akan datang nanti, sehingga warga Kaltim akan lebih siap dan punya andil besar dalam membangun IKN dikemudian hari.

“Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bapenas melalui video yang diunggahnya itu. Bahwa IKN akan mengembangkan ekonomi regional sebesar 4-5 kali menjadi USD 180 Milyar. Selain itu, IKN akan menciptakan 4,3 – 4,8 juta lapangan pekerjaan di Kaltim pada 2045. IKN nantinya adalah sebagai Superhub. Bersifat locally integrated, globally connected dan universally inspired. Makanya kita harus siap bersaing jangan menjadi penonton,” sebutnya.

Samsun kemudian menjelaskan superhub yang disebut kepala bapenas tersebut. Pertama, Superhub sebagai inspirasi universal. Yaitu Superhub yang menjadi teladan sebagai kota yang hijau, berkelanjutan, dan bertaraf hidup tinggi di tengah tantangan perubahan iklim dengan menggunakan teknologi.

Kedua, Superhub dan dunia. Yaitu Superhub yang membantu menempatkan Indonesia di posisi yang lebih strategis dalam jalur perdagangan dunia, arus investasi dan inovasi teknologi.

Ketiga, Superhub dan Indonesia. Yaitu Superhub yang mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih inklusif melalui strategi 3 Kota yaitu Samarinda, ibu kota baru, dan Balikpapan dengan menjadi penggerak ekonomi bagi Kalimantan Timur.

Selain itu, juga menjadi pemicu untuk memperkuat rantai nilai domestik di seluruh Kawasan Timur Indonesia dan seluruh Indonesia. Dan dipastikan pengerjaan mega proyek IKN di Kaltim itu, tetap akan berlanjut.

Nantinya pemerintah tak akan menggunakan dana APBN semata untuk kelanjutan pembangunannya, melainkan dengan bergantung pada investasi swasta melalui skema kontrak Build Operate Transfer (BOT), atau menggenjot pembangunan melalui investasi.

Terkait tertundanya pembangunan IKN dikarenakan Pemerintah Pusat yang sedang fokus dalam penanganan Covid-19, Samsun enggan berkomentar. Karena yang memiliki keputusan tersebut Pemerintah Pusat dan telah melalui pertimbangan.

“Ya kita saat ini tidak bisa memberikan keputusan dan tanggapan. Karena semua kan hajatan dari Pusat. Kita hanya bisa terima saja. Kalau mau dibangun sekarang, lahannya ‘kan sudah disiapkan, mau dibangun nanti ya juga silahkan. Tapi karena itu permintaan Pemerintah Pusat dan kita bagian dari NKRI, ya kita siap dengan apapun keputusannya,” pungkasnya. (*)