KALTIMNEWS.CO, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini tengah mengucurkan dana sekitar Rp 5 miliar guna pemasangan pipa air bersih di jalur Kota Balikpapan, progress pembangunan yang dilakukan oleh Satuan Kerja Dinas PUPR Kaltim sejatinya harus memerlihatkan progress yang jelas dan rampung pada akhir 2022.
Namun hal tersebut seperti api jauh dari panggang, pasalnya pihak Satker Dinas PUPR diketahui baru menyelesaikan pekerjaan tersebut sekira 50 persen anggran.
Atas hal ini Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang ikut angkat bicara, menurut legislator dari partai PDI Perjuangan tersebut
“Dari anggaran APBD Murni 2022 Rp 5 miliar, baru dikerjakan sekitar Rp2,4 miliar. Ini sudah awal Oktober. Jangan sampai pekerjaan itu menjadi masalah,” ungkap wanita yang kerap disapa Veri Selasa, (4/10/2022).
Menurutnya selain berpotensi merugikan negara, instalasi air bersih kini sangat dinantikan oleh warga Kota Balikpapan.
Saat saya di Balikpapan saya sempat dicurhati warga sempat mereka berharap untuk segera ada air dari PDAM yang mengalir karena hingga saat ini warga masih memakai air tanah untuk kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.
Dirinya mengaku heran dengan kondisi dan system pekerjaan yang terbilang sangat lamban tersebut.
“Kalau diperhatikan proses pengerjaannya tidaklah rumit-rumit amat, hanya penggalian dan itupun tanah milik pemerintah yang bersampingan langsung dengan jalan raya, artinya tidak ada pembebasan lahan disini,” terangnya.
Berangkat dari persoalan itu, Komisi III DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan memanggil pihak Cipta Karya dari satuan kerja Dinas PUPR Kaltim untuk mengevaluasi kinerja OPD tersebut.
“Kemarin kita mendorong supaya Cipta Karya cepat merealisasikan dari pemasangan pipa PDAM di jalur Kota Balikpapan itu. Karena bisa diselesaikan lebih awal akan lebih baik,” tandas Veri. (*)