Skip to content

Ahmad Vananzda Sebut Karang Mumus Kumuh, Persepsi Wisatawan ke Samarinda Menjadi Buruk

Wilayah Rawan Banjir, Sampai Kapan Diberi Plang

Dipublikasikan: 10 Oct 2019, 05:52
ADVERTORIAL
Ahmad Vananzda Sebut Karang Mumus Kumuh, Persepsi Wisatawan ke Samarinda Menjadi Buruk
Anggota DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Selain menyoal persoalan minimnya ketersediaan lampu jalan di berbagai ruas kota samarinda, Ahmad Vananzda ikut juga menyoroti  persoalan banjir yang hingga saat ini masih menjadi momok badi sebagian besar warga kota samarinda

Menurut Anggota DPRD Samarinda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDI-P) Kota samarinda ini, persoalan banjir juga menjadi skala prioritas yang harus capat di carikan jalan penyelesaian antara Dewan samarinda dan Pemerintah kota. Karena hingga kini dirinya juga masih mempertanyakan sampai kapan kawasan rawan banjir diberi plang (sebagai pemberitahuan bahwa di daerah tersebut merupakan kawasan rawan banjir).

sungai-Karang-mumus.

TERKESAN KUMUH : Sungai Karang Mumus terkesan kumuh, disebut Ahmad Vananzda menjadi salah satu penyebab orang yang berkunjung ke kota Tepian menjadi buruk. -- www.kaltimnews.co / Foto: Arief Kaseng

Menurut Anggota DPRD Samarinda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDI-P) Kota samarinda ini, persoalan banjir juga menjadi skala prioritas yang harus capat di carikan jalan penyelesaian antara Dewan samarinda dan Pemerintah kota. Karena hingga kini dirinya juga masih mempertanyakan sampai kapan kawasan rawan banjir diberi plang (sebagai pemberitahuan bahwa di daerah tersebut merupakan kawasan rawan banjir).,” tutur Ahmad.

Lebih jauh Ahmad menyebut tiga jembatan tersebut memberikan pemandangan yang kumuh dikota samarinda.

“Hal ini akan membuat persepsi orang luar daerah yang berkunjung ke Samarinda menjadi buruk. Terlebih Samarinda adalah kota besar sekaligus ibukota Kaltim. Rumah warga dibantaran sungai Karang Mumus seharusnya dipindakan (direlokasi). Jika dipindahkan, tentu melihat aspek yang dapat menguntungkan warga yang direlokasi, sehingga ada perubahan kehidupan. Jangan sampai dipindahkan namun mereka lebih tidak nyaman dari tempat sebelumnya, ini juga perlu perhatian pemkot,” terangnya. (*)