KaltimNews.Co, Samarinda -- DPRD Kalimantan Timur meminta Pemprov Kaltim untuk fokus atasi masalah stunting di Kaltim. Pasalnya Kaltim memiliki sejumlah daerah dengan kasus stunting tertinggi.
Anggota Komisi IV Fitri Maisyaroh mengatakan, stunting pada anak adalah masalah serius. Jika masyarakat kekurangan gizi, maka semua program pendidikan yang dicanangkan Pemprov Kaltim mejadi sia sia. Selain rentan sakit, daya serap anak juga menurun.
Mencegah stunting, DPRD meminta Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan upaya preventif dengan cara penyuluhan dan pendampingan di tingkat Puskesmas.
“Jadi memang permasalahan medis yang merata di Kaltim ini menjadi 1 PR yang harus diselesaikan. Soal stunting ini sosialisasinya harus kita tingkatkan lagi. Kuncinya ada di puskesmas,” lanjutnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengaku telah memprioritaskan penanganan stunting. Hanya saja Pemprov mengaku kesulitan melakukan kampanye pencegahan dan penyuluhan. Pasalnya jumlah tenaga medis dan tenaga penyuluh gizi sedikit. Diharapkan DPRD kedepan dapat menyetujui upaya perekrutan penyuluh gizi di Kaltim.