KaltimNews.Co, Samarinda -- DPRD Samarinda meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Samarinda) segera membuat bisnis model baru, agar 9 ribu calon pelanggan PDAM segera teraliri air bersih. Sebagai BUMD, PDAM juga memiliki tanggung jawab sosial dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Samarinda.
Desakan itu diungkapkan Anggota Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Haji (H) Kamaruddin, Senin (9/11/2020) .
“Sudah 2 hingga 3 tahun terakhir ini belum ada realisasi penambangan jaringan baru dari PDAM. Padahal daerah-daerah pinggiran dan perumahan sangat butuh sambungan air bersih.” jelas H Kamaruddin.
Menurutnya, permintaan penambahan jaringan air bersih ini cukup realistis. Sebab PAD dari PDAM cukup menjanjikan dengan pendapatan mencapai 10 Miliar. Artinya PDAM termasuk perusahaan sehat yang mampu menghasilkan profit.
Kamaruddin menambahkan Selain tanggung jawab sosial terpenuhi, perluasan jangkuan layanan itu juga akan berdampak pada peningkatan PAD.
“Dengan penyambungan baru, maka jelas akan menambah pelanggan baru dan ini akan turut berdampak pada penambahan PAD dari PDAM, “ ucap H Kamaruddin
Dipihak lain Direktur PDAM Tirta Kencana Samarinda- Nor Wahid Hasyim. mengakui saat ini PDAM Tirta Kencana minus produksi untuk mengaliri seluruh rumah warga di Samarinda.
Kapasitas produksi PDAM saat ini sekitar 2.500 liter per detik.
Dengan kapasitas tersebut PDAM hanya mampu mengaliri 150 ribu sambungan atau minus 9 ribu dari kebutuhan ideal.