KALTIMNEWS.CO — Kontestasi menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur mulai menunjukkan arah berbeda. Di tengah menghangatnya perebutan kursi Ketua KKSS Kaltim, dua kubu bakal calon, Irwan Fecho dan Andi Saharuddin, justru kompak menyerukan Muswil damai.
Komitmen itu mengemuka dalam komunikasi lintas tim pemenangan yang digelar di Kopi Kuno, Samarinda, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut turut disaksikan langsung bakal calon Ketua KKSS Kaltim, Andi Saharuddin.
Dalam pertemuan itu, kedua tim sukses sepakat menjaga suasana Muswil tetap kondusif dan mengedepankan nilai persaudaraan di atas kepentingan politik organisasi.
“Siapa pun yang nantinya terpilih adalah pilihan terbaik warga KKSS. Setelah Muswil selesai, seluruh elemen wajib kembali bersatu membangun organisasi,” ujar Andi Saharuddin.
Pernyataan tersebut dinilai penting di tengah kekhawatiran sebagian warga KKSS terhadap potensi polarisasi internal. Muswil KKSS Kaltim sebelumnya sempat menyisakan ketegangan yang cukup tajam hingga memerlukan pengamanan ekstra.
Ketua Tim Irwan Fecho Muhammad Nur Halil, menegaskan Muswil tidak boleh menjadi ruang yang merusak hubungan kekeluargaan antarwarga KKSS.
“Seluruh simpatisan harus menjaga etika, menghindari provokasi, dan tidak membangun narasi yang dapat memecah soliditas organisasi,” ujar Halil.
Senada, Sekretaris Tim Andi Saharuddin, Syandri Syamsuddin, mengingatkan pengalaman Muswil sebelumnya agar tidak kembali terulang.
“Kami tidak ingin Muswil kali ini mengulang episode sebelumnya. Dulu suasana memanas sampai ada pengamanan ketat bahkan melibatkan Barakuda. Itu menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” ujar Syandri.
Kedua kubu kini mengaku memiliki tanggung jawab moral menjaga suasana tetap teduh agar Muswil menjadi contoh demokrasi organisasi yang dewasa.
“Kami ingin kontestasi berjalan sehat. Adu gagasan dan program itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan persaudaraan di KKSS,” ucap kedua tim sukses tersebut.
Muswil IX KKSS Kaltim sendiri mulai dipandang bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ujian kedewasaan organisasi paguyuban terbesar warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur itu.
Di akar rumput, suasana kompetisi memang mulai terasa. Dukungan terhadap figur-figur kandidat bergerak melalui konsolidasi antarwilayah dan komunikasi tokoh-tokoh senior KKSS. Namun munculnya komitmen damai dari dua kubu besar dianggap mampu meredam kekhawatiran terjadinya friksi terbuka.
Sejumlah warga KKSS berharap Muswil kali ini menjadi momentum memperkuat marwah organisasi, bukan justru meninggalkan luka politik berkepanjangan. (rif/kaltimnews.co)