KALTIMNEWS.CO – Dinamika pemilihan Ketua KKSS Kalimantan Timur memasuki fase yang lebih menentukan. Sejumlah pertemuan internal di Kutai Timur mengindikasikan adanya konsolidasi yang tidak lagi bersifat penjajakan, melainkan penegasan posisi dalam peta organisasi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dukungan terhadap Irwan Fecho menguat melalui serangkaian komunikasi lintas pengurus. Polanya rapi: dimulai dari dialog kecil, berlanjut ke pertemuan terbatas, hingga mengerucut pada kesepahaman bersama.
Dewan Pembina BPD KKSS Kutai Timur, H. Herlang Mappatiti, SE, yang juga menjadi juru bicara Irwan Fecho, mengakui adanya proses tersebut. Namun ia menepis anggapan bahwa dukungan dibangun secara instan.

“Ini melalui proses panjang. Banyak pertimbangan, terutama soal kebutuhan organisasi ke depan,” ujarnya.
Di balik pernyataan itu, tersimpan realitas yang lebih kompleks. Sejumlah sumber internal menyebut, faktor komunikasi dan kekuatan jaringan menjadi alasan utama mengapa nama Irwan Fecho cepat mengkristal di Kutim.
Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan antar DPD yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Dalam konteks organisasi sebesar KKSS, kemampuan merangkul dinilai lebih krusial dibanding sekadar popularitas.
Namun, konsolidasi yang kian solid di satu wilayah juga memunculkan pertanyaan: sejauh mana pola serupa terjadi di daerah lain?
Sejumlah pertemuan lintas wilayah yang berlangsung belakangan ini disebut bukan sekadar silaturahmi. Ada upaya penyamaan arah, bahkan indikasi penguatan blok dukungan yang lebih luas.
Jika pola ini berlanjut, bukan tidak mungkin kontestasi akan bergerak menuju dominasi satu kandidat sejak awal.
Meski demikian, Herlang menegaskan bahwa dinamika yang terjadi masih dalam koridor organisasi.
“Perbedaan itu biasa. Tapi jangan sampai merusak kebersamaan KKSS,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa kontestasi belum sepenuhnya terkunci. Masih ada ruang tarik-menarik kepentingan, serta kemungkinan perubahan peta di detik-detik akhir.
Namun satu hal mulai terlihat jelas: Kutai Timur telah menentukan sikap. Dan dalam kontestasi berbasis jaringan seperti KKSS, langkah awal kerap menjadi penentu arah akhir. (rif/kaltimnews.co)