Skip to content

Syandri Syamsuddin Mundur, Mendadak Alihkan Dukungan ke Andi Saharuddin, Peta Berubah

Dipublikasikan: 03 May 2026, 09:44
Syandri Syamsuddin Mundur, Mendadak Alihkan Dukungan ke Andi Saharuddin, Peta Berubah

KALTIMNEWS.CO – Peta persaingan menuju kursi Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur berubah drastis. Di saat kontestasi mulai menghangat jelang Musyawarah Wilayah (Muswil) IX, manuver tak terduga datang dari Syandri Syamsuddin.

Bakal calon yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu figur kuat itu memilih mundur dari bursa. Tak berhenti di situ, Syandri justru mengalihkan dukungannya kepada Andi Saharuddin, langkah yang langsung memicu spekulasi sekaligus menggeser konfigurasi kekuatan di internal KKSS Kaltim.

Keputusan ini disampaikan Syandri dalam pernyataan terbuka. Ia menegaskan, langkah mundur bukan karena tekanan, melainkan hasil pertimbangan rasional demi kepentingan organisasi yang lebih besar.

“Ini bukan soal maju atau tidak maju. Ini soal siapa yang paling siap memimpin dan menyatukan KKSS Kaltim ke depan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Mundur, Tapi Konsolidasi Kekuatan

Dalam dinamika organisasi, mundurnya seorang kandidat kerap dibaca sebagai kemunduran. Namun dalam konteks ini, langkah Syandri justru terlihat sebagai strategi konsolidasi, menghindari fragmentasi dukungan yang berpotensi memecah suara.

Dengan mengalihkan dukungan ke satu figur, peluang lahirnya kepemimpinan yang kuat dan minim konflik pasca-Muswil dinilai lebih besar. Ini menjadi alasan logis yang cukup kuat untuk meyakinkan publik bahwa keputusan tersebut bukan langkah emosional, melainkan kalkulasi politik organisasi.

Syandri menyebut, dari seluruh nama yang beredar, Andi Saharuddin dinilainya memiliki kombinasi pengalaman, jaringan, dan rekam jejak yang paling solid.

Rekam Jejak Jadi Penentu

Alasan utama dukungan itu bertumpu pada rekam jejak. Andi Saharuddin bukan figur baru. Ia kini memimpin Himpunan Masyaakat  Parepare (HMP) selama dua periode, sebuah indikator kapasitas kepemimpinan yang teruji dalam mengelola organisasi.

Tak hanya itu, pengalaman sebagai anggota legislatif di kawasan Basuki Rahmat memperkuat profilnya sebagai figur yang memahami kerja-kerja representasi dan komunikasi politik.

Dalam logika organisasi seperti KKSS, kombinasi pengalaman struktural dan jejaring sosial menjadi faktor kunci. Syandri tampaknya membaca hal itu sebagai kebutuhan utama KKSS Kaltim ke depan.

“Organisasi ini butuh figur yang sudah teruji, bukan yang masih mencoba-coba,” tegasnya.

Menghindari Polarisasi Internal

Alasan lain yang tak kalah penting adalah upaya meredam potensi polarisasi. Kontestasi dengan banyak kandidat berisiko memecah basis dukungan di tubuh KKSS yang selama ini dikenal solid.

Dengan mundurnya Syandri dan pengalihan dukungan secara terbuka, peluang terjadinya tarik-menarik kepentingan bisa ditekan. Ini sekaligus membuka jalan bagi konsolidasi yang lebih cepat pasca-Muswil.

Langkah ini juga memberi sinyal bahwa sebagian elite internal mulai mengerucutkan pilihan, indikasi awal terbentuknya poros dukungan yang lebih besar.

Efek Domino di Muswil IX

Manuver Syandri diperkirakan akan memicu efek domino. Dukungan yang ia miliki berpotensi ikut bergeser, memperkuat posisi Andi Saharuddin dalam bursa calon Ketua KKSS Kaltim.

Dengan waktu Muswil yang semakin dekat pada 31 Mei mendatang, setiap pergeseran dukungan memiliki dampak signifikan. Dan keputusan ini, cepat atau lambat, akan memaksa kandidat lain untuk menata ulang strategi.

Muswil IX KKSS Kaltim kini tak lagi sekadar kontestasi biasa. Ia berubah menjadi arena konsolidasi kekuatan, dan langkah Syandri Syamsuddin bisa jadi menjadi titik balik yang menentukan arah pertarungan. (rif/kaltimnews.co)