Skip to content

Pemilihan Ketua KKSS Kaltim: Antara Pengabdian atau Kepentingan Strategis?

Dipublikasikan: 08 May 2026, 21:31
Pemilihan Ketua KKSS Kaltim: Antara Pengabdian atau Kepentingan Strategis?

KALTIMNEWS.CO — Dinamika pemilihan Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Kalimantan Timur mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX. Kontestasi kali ini tidak hanya dipandang sebagai perebutan kursi organisasi semata, tetapi juga menjadi pertaruhan arah besar KKSS di tengah perubahan sosial dan ekonomi Kalimantan Timur.

Di balik silaturahmi para kandidat, pertemuan dengan tokoh senior, hingga konsolidasi dukungan daerah, muncul satu pertanyaan yang mulai diperbincangkan di kalangan warga KKSS: apakah pemilihan ini benar-benar tentang pengabdian organisasi, atau justru sarat kepentingan strategis?

KKSS selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi paguyuban terbesar dan paling berpengaruh di Kalimantan Timur. Jaringan anggotanya tersebar di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, politik, dunia usaha, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.

Karena itu, posisi Ketua BPW KKSS Kaltim dinilai bukan jabatan biasa. Figur yang terpilih akan memiliki pengaruh besar dalam membangun jejaring sosial, ekonomi, bahkan komunikasi politik di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

DR.M Arifin Dosen Fisip Unmul dan Pemerhati social budaya menilai kontestasi kali ini memperlihatkan dua wajah sekaligus. Di satu sisi, ada figur yang bergerak dengan pendekatan pengabdian melalui program sosial dan konsolidasi warga. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang melihat momentum ini sebagai ruang strategis memperkuat pengaruh menjelang dinamika politik dan ekonomi baru di Kaltim.

“KKSS memiliki kekuatan sosial yang besar. Karena itu, pemilihan ketuanya otomatis menjadi perhatian banyak pihak. Ada semangat pengabdian, tetapi juga tidak bisa dipungkiri ada kepentingan strategis yang ikut bermain,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Di tengah dinamika tersebut, Arifin menilai Ketua KKSS Kaltim mendatang harus mampu membangun sinergitas kuat dengan kepengurusan pusat di bawah kepemimpinan Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman.

Sinergi tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi warga, hingga pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan selaras antara pusat dan daerah, terutama di tengah peran strategis Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara.

Menurut mereka, masa depan KKSS tidak lagi sekadar organisasi paguyuban, tetapi juga memiliki potensi menjadi kekuatan sosial yang mampu mengambil peran dalam pembangunan ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah menguatnya dinamika tersebut, sebagian warga KKSS berharap Muswil kali ini tidak berubah menjadi arena kepentingan kelompok tertentu. Mereka menginginkan sosok pemimpin yang mampu menjaga marwah organisasi, merangkul seluruh elemen, dan fokus pada program nyata bagi masyarakat.

“KKSS ini rumah besar. Ketua yang terpilih nanti harus menjadi perekat, bukan sekadar figur yang punya kekuatan jaringan,” ujar salah satu tokoh KKSS di Samarinda.

Muswil IX KKSS Kaltim diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Selain menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, forum ini juga dinilai akan menentukan posisi strategis KKSS dalam menghadapi era baru Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan nasional. (rif/kaltimnews.co)