KALTIMNEWS.CO – Dinamika jelang pemilihan Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur semakin menghangat. H Muhammad Nasir, yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat, terus melakukan langkah konsolidasi secara senyap namun sistematis.
Terbaru, Nasir menggelar pertemuan formal dengan mantan Ketua KKSS Kaltim, H Sofyan Hasdam. Pertemuan tersebut berlangsung serius dengan pembahasan mendalam terkait perjalanan organisasi, kontribusi para tokoh, hingga tantangan KKSS ke depan.
Langkah ini dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bagian dari strategi membangun legitimasi di internal organisasi.
Nasir mengakui pentingnya bertemu langsung dengan tokoh-tokoh senior.
“Pertemuan dengan para tokoh seperti Pak Sofyan Hasdam sangat penting. Beliau memiliki pengalaman panjang dan kontribusi besar dalam membesarkan KKSS Kaltim,” ujar Nasir.
Ia menegaskan, pemahaman terhadap sejarah dan dinamika organisasi menjadi fondasi utama sebelum melangkah ke kontestasi kepemimpinan.
Bangun Kekuatan dari Tokoh Senior
Sebelumnya, H Nasir juga telah melakukan silaturahmi ke sejumlah tokoh KKSS di Benua Etam. Pertemuan tersebut menyasar figur-figur senior yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam perjalanan organisasi.
Di antaranya H. Manja, H. Mangkanang, dan H. Kandari. Ketiganya dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran dalam pembinaan serta penguatan KKSS di daerah.
Rangkaian pertemuan ini memperlihatkan pola gerakan yang konsisten: membangun komunikasi lintas generasi dan merangkul basis moral organisasi.
Dalam kultur paguyuban seperti KKSS, pendekatan terhadap tokoh senior kerap menjadi kunci dalam membentuk arus dukungan. Tidak hanya soal jumlah suara, tetapi juga legitimasi dan keseimbangan pengaruh.
Sinyal Kontestasi Tidak Biasa
Pengamat organisasi menilai, langkah yang ditempuh Nasir mencerminkan strategi “gerilya senyap”—tidak agresif di ruang publik, namun intens di jalur komunikasi elit.
Pendekatan ini bisa menjadi keunggulan tersendiri, terutama dalam organisasi berbasis kekeluargaan seperti KKSS.
Di sisi lain, pergerakan ini juga mengirim sinyal bahwa kontestasi Ketua KKSS Kaltim tidak akan berjalan biasa. Dengan mulai aktifnya tokoh-tokoh kunci, peta dukungan diperkirakan akan semakin mengerucut dalam waktu dekat.
Seperti lazimnya organisasi paguyuban, keputusan akhir sering kali lahir dari titik temu antara dukungan formal dan restu tokoh senior.
Gerakan yang kini dibangun Nasir berpotensi memainkan peran besar di fase penentuan.
Jika pola ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin “gerilya senyap” H Nasir justru menjadi kunci kemenangan. Namun pertanyaannya, apakah kandidat lain akan tinggal diam? (rif/kaltimnews.co)