KALTIMNEWS.CO, Sejumlah upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kota yang dikenal sebagai Kota Tepian itu, salah satunya seperti menormalisasi sungai karang mumus serta menata ulang sejumlah kawasan Polder.
Hal ini terlohat dengan sikap Pemkot Samarinda yang menurunkan personel Satuan Plisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam membongkar sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Polder Air Hitam, Jl Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda Ulu, Kamis (10/3/2022) lalu.
Terkait hal ini, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin mengaku setuju dengan tindakan yang dilakukan oleh Pemkot tersebut, Namun, kata Fuad Pemkot Samarinda juga melakukan penertiban serupa pada pengusaha besar di Kota Samarinda yang dinilai melanggar aturan dan layak untuk ditata.
“Pembongkaran di wilayah itu dilakukan guna menata ulang kawasan tersebut, termasuk nantinya dijadikan sebagai tempat wisata dengan tetap tidak menghilangkan fungsi utama sebagai tempat penampung air saat banjir, dan kami sangat setuju akan hal itu,” ujar Fuad kepada Kaltimnews.co, Jumat (11/3/2022) pagi.
Menurutnya selama ini, upaya relokasi ditempat tersebut telah sejalan dengan harapan masyarakat, Seperti penataan ulang PKL hingga nantinya tempat tersebut dijadikan kawasan wisata baru di Kota Tepian.
“Kami akan terus mendukung upaya Pemkot Samarinda, terutama program yang berdampak positif bagi masyarakat.termasuk diantaranya seperti kegiatan penataan ulang fasilitas umum lainnya yang ada di Kota Samarinda," tuturnya. (*)