KALTIMNEWS.CO – Efisiensi distribusi barang menjadi salah satu alasan pengembangan jaringan jalan tol di Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian. Konektivitas yang lebih baik berpotensi memperlancar arus logistik, mempermudah perjalanan antarkota, dan menunjang aktivitas ekonomi.
Anggota DPRD Samarinda, Achmad Sukamto, mendukung rencana pembangunan Tol Samarinda-Bontang dan Samarinda-Tenggarong. Ia menilai infrastruktur jalan bebas hambatan dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi hubungan transportasi antardaerah.
“Keberadaan jalan tol memberikan banyak manfaat, baik bagi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik. Karena itu pembangunan jaringan tol lainnya juga perlu terus didorong,” tegas Achmad.
Manfaat infrastruktur tersebut dapat dilihat dari keberadaan Tol Samarinda-Balikpapan. Ruas ini dinilai membantu memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus memperlancar pergerakan barang antara dua kota.
Efisiensi perjalanan memiliki arti penting bagi kegiatan ekonomi. Distribusi yang lebih lancar dapat membantu pelaku usaha mengatur pengiriman barang, memperbaiki akses pasar, dan mengurangi hambatan perjalanan yang berpotensi memengaruhi kegiatan perdagangan.
Namun, dampak ekonomi pembangunan jalan tol tidak hanya ditentukan oleh panjang ruas yang dibangun. Ketersediaan jalan penghubung, akses menuju pusat kegiatan ekonomi, dan keterpaduan dengan perencanaan wilayah turut menentukan manfaat infrastruktur tersebut.
Rencana pengembangan Tol Samarinda-Bontang dan Samarinda-Tenggarong telah masuk dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang RTRW Kota Samarinda Tahun 2023–2042.
Achmad menekankan pentingnya kerja sama antarpemerintah daerah dan instansi terkait agar rencana pembangunan dapat terintegrasi dengan kebutuhan wilayah.
“Pada prinsipnya DPRD mendukung pembangunan jalan tol yang menghubungkan Samarinda dengan Bontang maupun Tenggarong selama seluruh prosesnya sesuai ketentuan dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Selain menunjang kegiatan ekonomi, jaringan tol tersebut dinilai relevan dengan posisi Samarinda sebagai kawasan penyangga IKN. Hubungan transportasi yang lebih baik diharapkan mendukung pergerakan manusia dan barang di Kalimantan Timur.
Meski demikian, realisasi manfaat tersebut bergantung pada kelanjutan perencanaan, koordinasi lintas instansi, dan pemenuhan persyaratan pembangunan. Pengembangan jaringan tol perlu disertai perencanaan yang jelas agar manfaatnya tidak berhenti pada harapan, tetapi dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha. (*/adv/rif/kaltimnews.co)