Skip to content

Tragedi Hotel Mesra Samarinda, DPRD Ingatkan Risiko Anak di Bangunan Bertingkat

Dipublikasikan: 15 Oct 2026, 14:41
ADVERTORIAL
Tragedi Hotel Mesra Samarinda, DPRD Ingatkan Risiko Anak di Bangunan Bertingkat

KALTIMNEWS.CO – Anak-anak usia dini belum mampu mengenali berbagai bahaya di sekitarnya. Tragedi meninggalnya RK, bocah perempuan berusia tiga tahun yang terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda, menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak ketika berada di lingkungan berisiko, termasuk hotel dan bangunan bertingkat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengingatkan orangtua agar lebih waspada ketika membawa anak ke tempat yang memiliki akses menuju area berbahaya. Ia juga menilai perlindungan anak membutuhkan perhatian bersama antara keluarga dan pengelola fasilitas umum.

“Anak-anak usia dini belum memahami bahaya di sekitarnya. Karena itu, pengawasan orangtua sangat penting. Jangan sampai lengah, sebab kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini terulang dan menimpa anak-anak lainnya,” ujar Sri Puji, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, anak kecil memiliki keterbatasan dalam memahami risiko, termasuk bahaya yang dapat muncul dari balkon, jendela, tangga, maupun pintu yang terhubung dengan area terbuka.

Situasi tersebut membuat pendampingan orang dewasa menjadi penting ketika anak berada di lingkungan yang tidak sepenuhnya dirancang untuk aktivitas bermain anak.

Orangtua perlu memastikan anak berada dalam jangkauan pengawasan dan tidak memiliki akses tanpa pendampingan menuju area yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Namun, pengawasan keluarga bukan satu-satunya aspek dalam pencegahan kecelakaan. Kondisi fasilitas dan sistem pengamanan di tempat umum juga perlu diperhatikan agar risiko terhadap anak dapat diminimalkan.

Perlindungan Anak Membutuhkan Perhatian Bersama

Sri Puji turut menyoroti pentingnya peran pengelola hotel dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pengunjung. Menurutnya, fasilitas yang memiliki potensi risiko perlu diperiksa secara berkala, termasuk akses balkon dan pagar pembatas.

“Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola hotel di Samarinda. Keamanan area hotel, khususnya balkon dan tempat-tempat yang berisiko bagi anak, harus benar-benar diperhatikan agar keselamatan para tamu tetap terjaga,” tuturnya.

Evaluasi fasilitas tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kewaspadaan keluarga. Dengan demikian, pencegahan kecelakaan tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi menjadi bagian dari perhatian bersama.

Insiden di Hotel Mesra Samarinda juga menunjukkan pentingnya memahami risiko lingkungan ketika keluarga menginap di bangunan bertingkat. Area yang terlihat biasa bagi orang dewasa belum tentu aman bagi anak-anak yang belum memahami konsekuensi tindakannya.

Polisi Masih Menyelidiki Peristiwa

RK terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Berdasarkan keterangan awal Polsek Samarinda Ulu, korban berada di kamar nomor 5101 bersama adiknya saat kedua orangtuanya sedang sarapan di restoran hotel.

Pemeriksaan awal menemukan pintu yang mengarah ke balkon dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci. Meski demikian, temuan tersebut belum memastikan bagaimana korban bisa terjatuh.

Korban ditemukan di area parit di halaman hotel. Ayah korban bergegas menuju lokasi setelah mendengar teriakan dari arah luar hotel.

Personel Inafis Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 09.30 WITA. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada pukul 10.18 WITA untuk menjalani pemeriksaan awal.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari kedua orangtua korban, petugas keamanan, dan karyawan hotel. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun dugaan tindak pidana lain.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian belum disimpulkan oleh kepolisian.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan anak di ruang publik memerlukan kewaspadaan keluarga sekaligus perhatian terhadap keamanan lingkungan. Pengawasan yang konsisten dan fasilitas yang terjaga dapat menjadi bagian dari upaya mencegah kecelakaan serupa.(adv/rif/kaltimnews.co)