Skip to content

Bocah Jatuh dari Balkon Hotel Mesra, DPRD Samarinda Soroti Standar Keamanan

Dipublikasikan: 15 Oct 2026, 13:33
ADVERTORIAL
Bocah Jatuh dari Balkon Hotel Mesra, DPRD Samarinda Soroti Standar Keamanan

KALTIMNEWS.CO – Tragedi meninggalnya bocah perempuan berusia tiga tahun setelah terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda mendorong perhatian terhadap standar keselamatan fasilitas penginapan. DPRD Kota Samarinda menilai keamanan balkon, pintu akses, dan pagar pembatas perlu menjadi perhatian pengelola untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola hotel. Menurutnya, fasilitas penginapan harus memperhatikan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pengunjung.

“Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola hotel di Samarinda. Keamanan area hotel, khususnya balkon dan tempat-tempat yang berisiko bagi anak, harus benar-benar diperhatikan agar keselamatan para tamu tetap terjaga,” ujar Sri Puji, Kamis (15/10/2026).

Menurut Sri Puji, pemeriksaan fasilitas keselamatan perlu dilakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah terdapat bagian bangunan atau akses tertentu yang berpotensi membahayakan pengunjung.

Balkon dan pintu yang mengarah ke bagian luar bangunan menjadi area yang perlu mendapat perhatian, terlebih ketika hotel menerima tamu yang membawa anak kecil. Pemeriksaan pagar pembatas, sistem pengunci pintu, serta akses menuju area terbuka dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Meski demikian, penyebab pasti insiden di Hotel Mesra Samarinda masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Karena itu, evaluasi keselamatan fasilitas perlu dibedakan dari penentuan ada atau tidaknya kelalaian dalam kejadian tersebut.

Polisi Dalami Penyebab Bocah Terjatuh

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Berdasarkan keterangan awal Polsek Samarinda Ulu, korban berinisial RK berada di kamar nomor 5101 bersama adiknya ketika kedua orangtuanya sedang sarapan di restoran hotel.

Pemeriksaan awal di lokasi menemukan pintu yang mengarah ke balkon dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci. Namun, kondisi tersebut belum memastikan penyebab korban terjatuh.

Korban ditemukan di area parit di halaman hotel. Ayah korban kemudian bergegas menuju lokasi setelah mendengar teriakan dari arah luar hotel saat masih berada di restoran.

Personel Inafis Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 09.30 WITA. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada pukul 10.18 WITA untuk menjalani pemeriksaan awal.

Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk kedua orangtua korban, petugas keamanan, dan karyawan hotel. Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian atau dugaan tindak pidana lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pasti kejadian maupun pihak yang bertanggung jawab.

Pencegahan Menjadi Bagian dari Standar Keselamatan

Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan kecelakaan di fasilitas penginapan. Pemeriksaan bangunan dan fasilitas pengaman tidak hanya diperlukan setelah terjadi insiden, tetapi juga sebagai bagian dari pemeliharaan rutin.

Pengelola hotel perlu memastikan fasilitas yang digunakan tamu berada dalam kondisi aman. Perhatian terhadap area berisiko juga penting agar pengunjung, termasuk keluarga yang membawa anak-anak, dapat menggunakan fasilitas penginapan dengan lebih aman.

Sementara itu, perkembangan kasus meninggalnya RK masih bergantung pada hasil penyelidikan kepolisian. Hasil pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menjelaskan kronologi secara utuh sekaligus menentukan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum.(adv/rif/kaltimnews.co)