Skip to content

Tol Samarinda-Bontang Pernah Diusulkan ke Bappenas, Ini Tantangannya

Dipublikasikan: 11 Oct 2026, 15:18
ADVERTORIAL
Tol Samarinda-Bontang Pernah Diusulkan ke Bappenas, Ini Tantangannya

KALTIMNEWS.CO – Kelanjutan rencana pembangunan Tol Samarinda-Bontang menjadi salah satu hal penting dalam pembahasan konektivitas Kalimantan Timur. Anggota DPRD Samarinda, Achmad Sukamto, menyebut pemerintah provinsi sebelumnya telah menyampaikan usulan proyek tersebut kepada pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Pernyataan itu menegaskan bahwa gagasan pembangunan tol menuju Bontang telah masuk dalam pembahasan perencanaan infrastruktur. Tantangan berikutnya adalah memperkuat koordinasi dan dukungan agar proses pengembangan proyek dapat berlanjut sesuai ketentuan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebenarnya sudah pernah mengusulkan pembangunan Jalan Tol Samarinda-Bontang melalui Bappenas. Tinggal bagaimana proses dan dukungan lanjutan dapat terus diperkuat,” kata Achmad.

Selain Tol Samarinda-Bontang, rencana pengembangan Tol Samarinda-Tenggarong juga tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2023–2042.

Pencantuman dalam dokumen tata ruang menjadi bagian dari arah perencanaan pembangunan wilayah. Namun, hal tersebut tidak dengan sendirinya berarti proyek telah memasuki tahap konstruksi atau memiliki jadwal pembangunan yang pasti.

Achmad menyatakan DPRD Samarinda mendukung pembangunan kedua ruas tol tersebut selama prosesnya mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya DPRD mendukung pembangunan jalan tol yang menghubungkan Samarinda dengan Bontang maupun Tenggarong selama seluruh prosesnya sesuai ketentuan dan tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting karena pembangunan infrastruktur antardaerah melibatkan kewenangan dan kebutuhan yang saling berkaitan. Perencanaan perlu diselaraskan agar jaringan tol dapat mendukung konektivitas sekaligus terintegrasi dengan pengembangan wilayah.

Achmad menilai keberadaan Tol Samarinda-Balikpapan telah memberikan gambaran manfaat jalan bebas hambatan dalam memperlancar perjalanan dan distribusi logistik. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan jaringan tol lainnya perlu terus didorong.

Bagi Samarinda, konektivitas yang lebih baik juga berkaitan dengan perannya sebagai kawasan penyangga IKN. Meski demikian, kepastian tahapan perencanaan dan tindak lanjut dari instansi berwenang tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan nyata proyek tersebut.

Dengan demikian, perhatian terhadap Tol Samarinda-Bontang tidak hanya terletak pada dukungan terhadap gagasan pembangunan, tetapi juga pada kejelasan proses yang menghubungkan usulan, perencanaan, dan pelaksanaan proyek. (*/adv/rif/kaltimnews.co)