KALTIMNEWS.CO, Jalan penghubung Samarinda Seberang dan Palaran kembali mengalami masalah, longsoran yang terjadi di wilayah Teluk Bajau, Jl Patimura Samarinda Seberang tersebut mengakibatkan retak di sisi kiri jalan (jika dari Samarinda Seberang).
Atas hal ini Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Tata Ruang (PUPR Pera) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) langsung mengambil langkah cepat untuk menagtasi persoalan akses jalur pintu tol Samarinda-Balikpapan dan jembatan Mahkota II tersebut.
“Pemerintah Provinsi Kaltim sudah melakukan tindakan untuk pengamanan penggunaan jalan (berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan), juga untuk pengamanan terhadap longsoran,” ujar Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, yang dihubungi media ini Sabtu (22/10/2022).
Adapun langkah selanjutnya kata dia, pihaknya akan segera melakukan penyusunan desain dan penanganan fisik tempat tersebut secara permanen.
Menurutnya, menjelaskan untuk penanganan jalan longsor di Teluk Bajau ini belum bisa dilaksanakan di 2022.
“Untuk pekerjaan perbaikan belum bisa dilaksanakan di 2022, Namun untuk penanganan segera,kami akan segera menyusun desain penanganan di akhir 2022 sehingga bisa segera dikerjakan pada awal 2023, oleh karena itu kami meminta masyarakat bersabar karena penanganan ini butuh perencanaan/desain yang matang dan memerlukan dana cukup besar untuk fisik permanen,” tuturnya.
Penanganan sementara yang akan dilakukan kata dia, antara lain dengan melakukan pengamanan bidang longsoran seperti membuat tali air, tutup terpal dan lainnya agar longsoran tidak makin membesar.
“Sementara untuk longsoran tanah dari tebing, UPTD kita akan laksanakan pembersihan/galian material longsor tersebut. Selain itu kita tutup satu jalur untuk menghindari kecelakaan. Jadi satu jalur dipakai dua arah,” jelas pria yang kerap disapa Nanda ini. (*)