Skip to content

Muhammad Faisal Harapkan Masyarakat Bijak dengan Digitalisasi

Dipublikasikan: 20 May 2021, 14:00
ADVERTORIAL
Muhammad Faisal Harapkan Masyarakat Bijak dengan Digitalisasi
Kadis Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal saat ditemui usai mengikuti peluncuran Program Literasi Digital secara virtual di Ruangan Heart of Borneo Kantor Gubernur, Kamis (20/05/2021) (Foto : Istimewa /Kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital meluncurkan Program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital”.

Peluncuran secara serentak di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota ini pun disambut antusias oleh seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia. Tak terkecuali Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal dalam kesemapatnnya mengatakan, masyarakat diharapkan bijak dengan digitalisasi dalam mengembangkan diri melalui peran digital untuk membangkitkan ekonomi di era new normal.

 “Indonesia Makin Cakap Digital, berarti kalau di Kaltim Makin Cakap Digital. Sebenarnya kita ini sudah cakap digital, tetapi kita belum makin. Makin itulah yang disebut kita bijak dengan digital,” ujar Faisal

Diketahui, Program “Indonesia Makin Cakap Digital” diresmikan langsung Presiden RI, Joko Widodo bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Kamis (20/5/2021) secara virtual. Program ini diciptakan dalam upaya percepatan transformasi digital khususnya terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) digital.

“Mudah-mudahan kita semakin bijak dalam mengunakan digital, dan semakin bisa memanfaatkan digital ini untuk perkembangan perekonomian. Makanya, diambil momen di hari Kebangkitan Nasional supaya pemulihan ekonomi nasional ini bisa cepat melalui digital,” jelas Faizal.

Disebutkan Faizal, tujuan penyelenggaraan program tersebut yakni guna membekali masyarakat dalam berinteraksi diruang digital baik dari segi etika, kemampuan, keamanan dan budaya digital. Selain itu, dengan literasi digital, masyarakat diharapkan dapat meminimalisasi dampak dari konten negatif diinternet seperti hoaks, kekerasan seksual, perundungan online, penipuan, dan konten negatif lainnya.

Faisal juga mengajak kita bersama-sama memanfaatkan situasi pandemi ini bukan menjadi sebuah hambatan tetapi sebuah tantangan untuk maju dengan medianya digitalisasi. (*)