KALTIMNEWS.CO, salah satu keseharusan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yakni turun langsung melakukan serap aspirasi atau yang umunya di kenal dengan sebutan reses. Hal tersebut merupakan salah satu aplikasi dan bentuk wujud kinerja anggota dewan untuk memasukkan segala aspirasi yang didapatkan dari konsituwennya untuk kemudian dibahas dalam rapat paripurna dewan. Demikian yang dikatakan anggota DPRD Kota Samarinda Novan Syahroni saat dirinya menggelar reses di wilayah Samarinda Ulu beberpa waktu yang lalu.
Warga yang hadir dalam reses ini pun sekan mendapatkan angina segar terkait sejumlah masalah yang meraka hadapi selama ini, sebut saja sejumlah persoalan yang mekera keluhkan yakni perbaikan Sarana olahraga dan rumah ibadah hingga persoalan beasiswa.
"Dalam gelaran reses kali ini saya selaku perwakilan warga di parlemen bukan hanya menyerap áspirasi warga tapi juga menyampaikan sejumlha program pemerintah seperti Beasiswa “Indonesia Pintar” yang dikeluarkan oleh pểmintah pusat itu untuk bisa dimânfaatkan bagi waga," ujarnya.
Terkait pembangunan infrastruktur politisi partai Golkar samarinda ini menyebutkan jika Pemerihtah Kota (Pemkot) Samarindakini telah giat melakukan pembangunan infrastruktur termasuk didalamnya upaya penanggulangan banjir yang hingga sekarang ini menjadi momok bagi warga kota tepian.
“Program Pro Bebaya yang diluncurkan oleh Pemkot Samarinda saya kira, kini bisa dirasakan oleh warga dalam pengelolaan perbaikan lingkungan perumahan pemukiman, sebagai contoh dengan program tersebut warga dapat merealisasikan perbaikan infrastruktur berupa parit dan lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan," tuturnya. (*)