KALTIMNEWS.CO, Kondisi cuaca hujan yang disertai dengan angina kencang membawa keperihatinan sejumlah warga Samarinda, pasalnya dengan curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini kadang membuat genangan air disejumlah wilayah.
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda Novan Syahronni Passie menilai selain debit air hujan yang cukup tinggi, salah satu penyebab banjir di Samarinda, yakni karena pengalihan fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukkannya.
“Selain debit air yang meningkat karena curah hujan yang cukup tinggi, pengalihan fungsi lahan di Samarinda tidak sesuai peruntukkannya menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Tepian,” ucap Novan, Jumat (6/1/2023)
Politisi Partai Golkar Samarinda ini menilai, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda merupakan landasan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur. Karena itu, pelaksanaan pembangunan mesti sesuai peruntukkannya.
“Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah kota semestinya paling sedikit 30 persen dari luas kota. Ini sesuai Undang-Undang (UU) nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang Pasal 29 ayat 2. Sementara RTH kita masih sangat kecil. Hanya sekitar 6 persen saja. Jadi, jangan terkejut kalau Samarinda sering mengalami banjir. Sebab, penggunaan lahan tidak sesuai peruntukannya,” ucap dia. (*)