Skip to content

Novan: Warga Samarinda Harus Kreatif Jangan Tertinggal 

Dipublikasikan: 31 Mar 2022, 09:05
ADVERTORIAL
Novan: Warga Samarinda Harus Kreatif Jangan Tertinggal 
Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie (Foto: Arief Kaseng/kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Sebagai Kota Penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda tentunya harus siap dalam memersiapkan dirinya sekaligus memersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Karena tidak menutup kemungkinan, warga samarinda akan menjadi penonton dari pada pemain di daerah sendiri.

Demikian yang disebutkan Sekretaris Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, kepada Kaltimnews.co. Kamis (31/3/2022) siang.

“Harusnya sekarang ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, sudah memulai mencari dan mengasah minat bakat para warganya khusunya generasi muda, karena jika tidak para generasi muda ini akan menjadi penonton dari pada pemain di IKN,” katanya.

Berbicara potensi, Politisi Partai Golkar Samarinda ini mengaku jika banyak hal yang bisa dikembangkan di Kota samarinda, seperti diantaranya pengembangan bisnis berbasis digital.

“Era digitalisasi seperti sekarang ini semua dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada, termasuk dalam melaksanakan bisnis. Karena itu, saya berharap agar pemerintah lebih kreatif dalam mengembangkan bisnis digital seperti menciptakan aplikasi yang dapat digunakan untuk bisnis kuliner atau jenis bisnis lainnya,” sebutnya.

Tujuannya kata dia, agar kemandirian ekonomi kemudian dapat tercipta di kota yang dikenal sebagai Kota Tepian tersebut.

“Jangan kita hanya terlena dengan aplikasi yang ada sekarang ini, harusnya kita bangga jika ada aplikasi tersendiri milik samarinda dan produk hasil karya anak samarinda,” terangnya.

Di Samarinda, kata dia, banyak anak muda yang memiliki potensi serta memiliki kreatif yang baik, sehingga sangat diharapkan agar pemkot bisa mengakomodir potensi tersebut melalui pelatihan untuk penguasaan ITE.

"Coba lihat sekarang, kebanyakan sudah menggunakan sistem online, pesan makanan saja lewat online. Jadi kalau ada aplikasi khusus dari pemerintah tentu ada keuntungan juga yang diperoleh seperti peningkatan PAD bahkan bisa mengurangi angka pengangguran," terangnya (*)