KALTIMNEWS.CO, Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi, memiliki tanggapan lain terkait hadirnya Pertamini atau Pom Mini yang kini marak di Kota Samarinda, menurutnya maraknya Pertamini di Kota Tepian tersebut terlepas dari system operasional SPBU yang tidak beroperasi selama 24 jam.
“Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran menggunakan botol sampai digital bertajuk Pertamini saya anggap cukup membantu masyarakat saat hendak mengisi BBM ketika stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tutup,” ujar Subandi kepada Kaltimnews.co, Kamis (5/5/2022).
“Rata-rata SPBU di Kota Samarinda beroperasi dari pukul 07.00 Hingga 22.00 WITA. Pandahal aktivitas masyarakat Samarinda pada malam hari juga terbilang banyak dan tak jarang peristiwa kehabisan BBM tengah malam di alami sebagian masyarakat Kota Samarinda,” sebutnya.
Terkait rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menertibkan pertamini dianggap merupakan masalah yang serius bagi legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
“Perkara ini memang menjadi dilema. Akan tetapi, wacana pemerintah menertibkan penjualan BBM eceran merupakan konsekuensi yang harus dilakukan, memang masyarakat agak kesulitan. Tapi semua ini demi kebaikan bersama karena tingkat risikonya cukup tinggi. Kalau kejadian seperti kemarin, kan mengerikan,” ujar Subandi.
Disisi lain dirinya mendorong pihak Pertamina agar dapat membuat kebijakan, dengan menambah jam operasional SPBU di Kota Samarinda hingga 24 jam.
“Penambahan jam operasional ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM di jam-jam tertentu. Minimal 2 atau 3 SPBU yang b eroperasi selam 24 jam di kta samarinda ini untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kuota BBM tengah malam saat di perjalanan,” terang Subandi.
Lebih lanjut kedepannya DPRD Samarinda akan melakukan hearing bersama instansi terkait. Seperti mencoba mengundang Dinas Perdagangan dan pihak Pertamina untuk membicarakan hal ini lebih lanjut termasuk diantaranya membuat perda terkait penjualan eceran BBM layaknya pertamini.
“Yang jelas untuk perda ini, kita lihat dulu keperluannya. Kalau memang harus dibuatkan, kita siap saja. Apalagi jika ada permintaan dari Pemkot atau hasil diskusi teman-teman ingin membuat itu akan kita musyawarahkan,” tuturnya. (*)