KALTIMNEWS.CO, sebagai wujud simpati dan kepedulian dengan warganya, pemerintah Kampung Sekolaq Mulia, Kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat (Kubar) turun memberikan bantuan sembako bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman),
Camat Sekolaq Darat, Suwila Erpina kepada media ini mengatakan kehadiran pihaknya dalam memberikan sembako kepada warga yang menjalani isolasi mendiri merupakan wujud kehadiran pemerintah bagi warganya.
"Kita tentunya berharap dengan bantuan tersebut bisa membantu kebutuhan hidup masyarakat yang kini sedang menjalani masa isolasi mandiri akibat Covid-19,"ujarnya.
Menurutnya bantuan yang disalurkan pihaknya tersebut disesuaikan dengan aturan dan jenis bantuan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Bantuan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia, misalnya jumlah penduduk dan jumlah yang terpapar itu semua kami harus sesuaikan dengan jenis batuannya," jelasnya.
Lebih lanjutnya Suwila, berharap kepada masyarakat kecamatan sekolaq darat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5 M, yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumuman, Mengurangi mobilitas.
"Untuk masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk, Flu, demam, jangan takut diperiksa dan berobat. Bila merasa ada kontak dengan orang yan positif covid-19, segera melaporkan diri kepetugas kesehatan, puskesmas, satgas kampung maupun satgas kecamatan."imbuhnya.
Selain itu dirinya juga meminta kepada kepada segenap pemerintah kampung untuk lebih peka dan peduli dalam mencari informasi melalui ketua RT maupun door to door kerumah warga melakukan pengecekan khususnya dimasa PPKM Level 4 seperti sekarang ini.
“Satgas kampung harus lebih peka dan peduli pada masyarakat di wilayahnya masing – masing, agar nanatinya dengan kepekaan tersebut warga bisa teredukasi sekaligus dapat lebih muda mendeteksi warga yang bergejala dan berkeluhan untuk segera segera melapor kepada pihak tenaga kesehatan atau puskesmas," jelasnya.
Dikatakan Suwila, apabila ada kampung yang tidak memerhatikan warganya yang menjalani isoman dan tidak memberikan bantuan harus ditegur dan diperingatkan. “Karena jika tidak saya yakin Anggran Dana Desa (ADD) sebesar 8 persen dipastikan bakal tidak terserap, selain itu bila ada Kampung tidak memgeluarkan Dana Desa sebesar 8 persen, maka Anggaran Dana Desa (ADD) tahun tersebut tidak bakal dicairkan, sehingga penyerapan yang harusnya terealisasi dan dilaksankan menjadi tidak terlaksana,” tuturnya. (*)