KALTIMNEWS.CO, Sejatinya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang ada di wilayah Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) haruslah melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja lokal.
Namun hingga saat ini pembagunan mega proyek di Bumi Etam ini belum memperlihatkan progres yang jelas tentang rekruitmen para tenaga lokal ini, secara umum tenaga lokal di Kaltim yang hingga kini masih dinilai belum memiliki daya saing yang cukup seperti halnya para tenaga luar yang siap berkiprah di kawasan ibu kota baru Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim Rozani Erawadi yang ditemui Kaltimnews.co beberapa waktu yang lalu, menjelasakan bahwa untuk meningkatkan SDM di Kaltim, sejumlah upaya harus segera dilakukan, hal ini agar mereka (SDM Kaltim) memiliki keahlian dan keterampilan yang siap di implementasikan dalam mega proyek tersebut.
“Jika tahun depan misalnya, Kaltim memiliki 1.000 peserta pelatihan, dan IKN membutuhkan tenaga kerja welding atau mekanik alat berat. Dari hasil pelatihan itu ada 300 pekerja, apakah bisa mereka ini mendapatkan kesempatan. Ini bisa diskusikan,” ungkpnya.
Diinya berpesan agar progress pembangunan IKN jangan di benturkan \dengan orang luar dan orang daerah.
“Yang diperhatikan dalam konteks ini adalah kualitas SDM, tenaga kerja lokal memiliki prorotas selama memiliki kualitas SDM yang sesuai, namun jika tidak kan tidak bisa dipaksakan. Karena itu, kuncinya adalah produktivitas dan kemudian kompetensi. Kalau itu sudah selesai dan bisa dibuktikan dengan sertifikat keahlian, itulah yang bisa disajikan ke IKN,” jelasnya. (*/Dinas Kominfo Kaltim)