Skip to content

UMKM di Samarinda Perlukan Pendekatan Holistik

Dipublikasikan: 07 Apr 2024, 19:00
ADVERTORIAL
UMKM di Samarinda Perlukan Pendekatan Holistik
Anggota DPRD kota Samarinda, Hj Laila Fatihah (Arief Kaseng/kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Pemerintah Kota Samarinda hingga kini masih menghadapi kendala dalam mengakomodir dan menginventarisir jumlah pelaku UMKM di Samarinda. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya ketertarikan dari pelaku UMKM untuk mendaftarkan diri, terutama karena ketakutan terhadap kewajiban pajak.

“Berkaitan dengan pajak, mereka punya ketakutan terkait hal itu. Takut disuruh bayar pajak, buat laporan pajak tahunan maupun bulanan,” ucap Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah kepada media ini.

Ketidakmaksimalan dalam pendataan pelaku UMKM kata dia tentunya menjadi hambatan, sementara ketidakmauan mereka untuk terlibat dalam proses pendaftaran seringkali disertai dengan protes ketika ada bantuan dari pemerintah kota yang tidak melibatkan mereka.

“Ini perlunya pemberian edukasi dari Dinas Koperasi dan UMKM supaya bisa memberikan pemahaman kepada UMKM bahwa mereka itu didata dan daftar, jangan takut dengan masalah pajak,” tambahnya.

Dengan demikian, tantangan UMKM di Samarinda memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri, serta peningkatan pendampingan dan edukasi agar UMKM dapat berkembang dan bersaing di era digital. (*)