Skip to content

Wakil Bupati Mahulu Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Dipublikasikan: 10 Nov 2021, 19:00
Wakil Bupati Mahulu Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan
Wakil Bupati Kabupaten Mahakam Ulu, Yohanes Avun saat pimpin upacara peringatan hari pahlawan 10 November 2021 yang diikuti oleh jajaran Pemkab Mahakam Ulu. (Foto : M.Taufiq/kaltimnews.co)

KALTIMNEWS.CO, Peringatan hari pahlawan yang digelar di Tribun Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu (Mahulu) berlangsung hikmat, upacata yang dipimpin langsung Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun ini diikuti jajaran Pemerintahan Daerah (Pemkab) Mahulu.

Dalam sambutannya Yohanes Avun mengingatkan tentang penderitaan Indonesia saat masa penjajahan.

“360 tahun itu bukanlah waktu singkat, selama kurun waktu tersebut bangsa kita mengalami penindasan oleh penjajahan, tidak sedikit kita mengalami perpecahan akibat adu domba akibat politik devide et impera,” ujarnya.

Oleh karenanya bangsa Indonesia kata dia wajib memeringati hari pahlawan yang jatuh pada hari ini, mengingat kebebasan yang dirasakan warga Indonesia pada umumnya itu tidak terlepas dari peran serta para pahlawan yang gugur dimedan perang untuk membela bangsa ini.

"Kita sadar bahwa kita berbeda-beda, tetapi jangan sampai terpecah-pecah oleh perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan, (SARA ) para pendiri bangsa ini menyadarinya dengan membangun identitas bahwa kita semua bersaudara, sebangsa dan setanah air. Inilah pelajaran berharga, jika kita kuat dalam kesatuan maka akan sulit untuk dipatahkan," terangnya.

Selaku Warga Negara Indonesia (WNI) kata dia, tentunya harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Karena dengan perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat Bangsa Indonesia, hal ini sesuai dengan selogan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua” sebutnya.

Diketahui Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengangkat Tema “Pahlawanku, Inspirasiku” peringatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari Nasional yang bukan hari libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

"Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya harus menjadi contoh teladan bagi kita untuk tetap gigih mempertahankan satu tekad berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan," tandasnya. (*)