Skip to content

Warga Bukuan Titip Aspirasi Posyandu, Lab Komputer dan Drainase

Dipublikasikan: 03 Oct 2026, 01:21
Warga Bukuan Titip Aspirasi Posyandu, Lab Komputer dan Drainase

KALTIMNEWS.CO – Sejumlah persoalan fasilitas dasar hingga kebutuhan pendidikan mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Samarinda, Harminsyah P, di wilayah RT 41, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Sabtu.

Reses tersebut menjadi ruang bagi legislator untuk bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan.

Sejumlah warga yang hadir menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kebutuhan fasilitas Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), infrastruktur lingkungan, drainase, hingga sarana pendukung pendidikan.

Salah satu aspirasi datang dari Wahyuni, warga Perumahan Palaran Indah Residence (PARIS). Ia menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas Posyandu menjadi kebutuhan yang cukup mendesak bagi warga perumahan.

Menurut Wahyuni, kegiatan Posyandu selama ini masih memanfaatkan halaman maupun garasi rumah warga karena belum tersedia tempat khusus yang representatif.

“Kami sangat membutuhkan fasilitas Posyandu. Selama ini kegiatan Posyandu masih menggunakan halaman atau garasi rumah warga. Harapannya ada tempat khusus agar kegiatan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik,” ujar Wahyuni.

Ia berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, mengingat Posyandu memiliki peran penting dalam pelayanan dasar masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.

Persoalan fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

Yusniani, tenaga pengajar di SMPN Bukuan Palaran, menyampaikan kebutuhan sekolah terhadap fasilitas laboratorium komputer. Menurutnya, ketersediaan perangkat dan ruang laboratorium menjadi penting untuk menunjang proses pembelajaran siswa, termasuk menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Kami membutuhkan fasilitas laboratorium komputer karena sekarang kebutuhan pembelajaran semakin banyak yang berkaitan dengan teknologi. Fasilitas komputer sangat membantu anak-anak dalam mengikuti proses pembelajaran maupun persiapan menghadapi TKA,” kata Yusniani.

Selain fasilitas Posyandu dan pendidikan, Ketua RT 41 Bukuan turut menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Salah satunya berkaitan dengan kondisi dan ketersediaan drainase lingkungan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung sistem pengelolaan air sekaligus mencegah munculnya persoalan genangan di kawasan permukiman.

Berbagai aspirasi tersebut kemudian mendapat respons dari Harminsyah. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda itu mengatakan, masukan warga yang disampaikan melalui reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan di lembaga legislatif.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami tampung dan perjuangkan di gedung DPRD Samarinda. Ini memang tujuan utama kita turun ke masyarakat, untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan warga,” ujar Harminsyah.

Ia mengatakan, kebutuhan yang disampaikan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Karena itu, menurut dia, setiap aspirasi perlu dipetakan berdasarkan kebutuhan dan kewenangan agar dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Harminsyah menegaskan, reses menjadi bagian penting dari proses penyerapan aspirasi karena anggota DPRD dapat melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah pemilihannya.

“Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat ini tidak berhenti sebagai catatan. Kita akan melihat mana yang menjadi prioritas dan sesuai kewenangan pemerintah kota untuk kemudian diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD,” katanya.

Secara kelembagaan, reses memang menjadi momentum anggota DPRD untuk turun ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat. Pemerintah Kota Samarinda juga mendefinisikan reses sebagai ruang bagi anggota DPRD untuk bertemu, berdialog, serta menghimpun kebutuhan masyarakat sebagai bahan masukan dalam pembahasan kebijakan dan pembangunan daerah.

Bagi warga Bukuan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung. Aspirasi mengenai Posyandu, laboratorium komputer, drainase hingga kebutuhan infrastruktur lainnya kini berada dalam catatan legislator untuk diperjuangkan melalui proses pembahasan di DPRD Kota Samarinda. (rif/kaltimnews.co)