Skip to content

Andi Saharuddin: Kelalaian Pengembang Bikin Jalan Jadi Mesin Korban

Dipublikasikan: 21 Jan 2026, 17:41
Andi Saharuddin: Kelalaian Pengembang Bikin Jalan Jadi Mesin Korban

KALTIMNEWS.CO — Pembangunan kawasan perumahan kembali menuai sorotan tajam setelah sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Ternak, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, Samarinda. Insiden tersebut diduga kuat dipicu kondisi jalan licin akibat aktivitas penimbunan tanah oleh pengembang perumahan yang mengabaikan dampak lingkungan sekitar.

Sejatinya, setiap pembangunan kawasan perumahan wajib memerhatikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan, terutama akses jalan umum yang digunakan warga. Jika hal ini diabaikan, bukan hanya debu yang mengganggu kesehatan warga, tetapi juga risiko kecelakaan lalu lintas yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kondisi tersebut nyata terjadi di Jalan Ternak. Seorang pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan siswa SMK mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di jalur tersebut. Korban dilaporkan sempat kehilangan kesadaran akibat luka serius yang dialaminya dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan tersebut sejatinya merupakan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Namun kini kondisinya rusak dan tidak layak digunakan akibat aktivitas pembangunan kawasan perumahan Samara Residence dan Paras Icon, yang berada di bawah naungan PT Resource Alam Indonesia Tbk atau dikenal dengan Rain Realty.

Peristiwa ini memicu keresahan warga RT 26 Kelurahan Handil Bakti, yang menjadikan jalan tersebut sebagai akses utama dalam aktivitas sehari-hari. Keluhan warga bahkan telah berulang kali disampaikan sebelum kecelakaan terjadi.

“Ini yang kami khawatirkan. Dari kemarin kami sudah berupaya mengingatkan agar jalan itu dibersihkan dari lumpur bekas timbunan,” tulis salah satu warga dalam grup WhatsApp lingkungan.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya.
“Saya juga hampir jatuh karena licin. Tapi kalau tidak disiram, debunya banyak sekali. Sopir truk juga ugal-ugalan, diklakson tidak peduli. Kadang tidak ada yang jaga kiri-kanan, lama-lama jalan cor itu tertutup tanah semua,” ungkap Nurul, warga setempat.

Sorotan keras datang dari Anggota DPRD Samarinda, Andi Saharuddin. Ia menegaskan bahwa pengembang tidak boleh lepas tangan dan harus bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan terhadap keselamatan warga.

“Ini persoalan serius dan tidak boleh dianggap sepele. Pengembang wajib bertanggung jawab penuh. Jalan itu adalah fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara, dan sekarang kondisinya rusak serta membahayakan masyarakat akibat aktivitas pembangunan,” tegas Andi Saharuddin.

Ia menambahkan, DPRD Samarinda akan mendorong pemerintah kota dan instansi terkait untuk segera turun tangan serta mengevaluasi seluruh izin pembangunan di lokasi tersebut.

“Kalau terbukti ada kelalaian dan pembiaran, harus ada sanksi tegas. Jangan menunggu korban berikutnya baru ada tindakan. Keselamatan warga adalah prioritas utama, bukan kepentingan bisnis semata,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kecelakaan dan keluhan warga di Jalan Ternak, Kelurahan Handil Bakti, Samarinda.