Skip to content

Anhar Sebut Tower XL Ditaman Samarendah Layaknya Layang-layang

Nilai Pemkot Tidak Serius Bangun RTH

Dipublikasikan: 23 Oct 2019, 09:48
ADVERTORIAL
Anhar Sebut Tower XL Ditaman Samarendah Layaknya Layang-layang
Angggota DPRD Samarinda Anhar -- www.kaltimnews.co/ Foto : Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, proporsi RTH di setiap perkotaan paling sedikit adalah 30 % dari luas wilayah perkotaan. Realitanya, hingga saat ini Samarinda hanya memiliki RTH seluas 12%. Hal ini lah yang menjadi sorotan anggota DPRD Samarinda, Anhar.

Anhar menilai, kawasan ruang terbuka hijau jauh dari hasil yang di impikan oleh masyarakat. Upaya menjaga keselarasan antara ruang terbangun dan kawasan ruang terbuka hijau masih belum optimal.

“RTH di Samarinda jauh dari harapan masyarakat dan tidak memenuhi syarat, hal ini disebabkan Pemkot Samarinda tidak memiliki kreatifitas dalam mengembangkan kota menjadi hijau, saya menilai Pemkot tidak serius membangun ruang terbuka hijau (RTH), karena masih saja merubah RTH menjadi lahan komersial bahkan permukiman,” Sebut Anhar, kepada kaltimnews.co, Rabu (23/10/2019) sore. 

Taman Samarendah misalnya, dibangun dengan dana APBD sebesar 30 M, namun area nya dan model tamannya tidak sesuai ekspektasi tata ruang kota.

“Taman Samarendah dibangun menggunakan dana APBD sebesar 30 M, namun tidak ada nampak hijaunya, hanya dihiasi patung kuda dengan tower XL dengan lampu kelap kelip, seindah apa itu tugu, dilihat hanya seperti layang-layang,” Cetus Anhar.

Seharusnya, kata dia, Pemkot memiliki strategi politik pembangunan, seperti memanfaatkan CSR perusahan untuk pembangunan Taman Samarendah.

“Coba cerdas sedikit lah. Begitu banyak perusahan di Samarinda, kok tidak bisa rekomendasi bangun taman dengan CSR. Jangan uang Rp 30 M dipakai bangun taman yang tidak ada menariknya,” Tuturnya. (Adv)