Skip to content

Dinkes Target Stunting Di Kukar Turun Menjadi 14 Persen

Dipublikasikan: 04 Dec 2020, 08:11
ADVERTORIAL
Dinkes Target Stunting Di Kukar Turun Menjadi 14 Persen
Kasi Peningkatan Gizi Kekuarga dan Masyarakat (PGKM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Nurul Fitri Ningsih -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KaltimNews.Co,Kukar -- Dinas Kesehatan Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan angka stunting di Kukar bisa ditekan hingga 14 persen. 2019 lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menetapkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kurkar) sebagai daerah dengan kasus bayi stunting tertinggi di Kaltim, yakni sebanyak 3.397 Bayi Umur Lima Tahun (Balita) Stunting.

Kasi Peningkatan Gizi Kekuarga dan Masyarakat (PGKM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Nurul Fitri Ningsih mengatakan untuk mencapai target tersebut Pemkab Kukar akan mengintensifkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan 1.000 HPK (Hak Pasien dan Keluarga).

“Kita melakukan intervensi gizi spesifik untuk mencegah stunting. Seperti asupan makanan, status gizi ibu, penyakit menular dan kesehatan lingkungan,” kata nurul

Selain pemberian asupan gizi dinkes juga membuka layanan konseling menyusui untuk ibu menyusui berusia 0-6 bulan. Agar bayi lahir tetap mendapatkan ASI ekslusif dari ibunya. 

“Supaya asi eksklusif ini tidak gagal di pertengahan jalan dan bayi bisa mendapatkan asi eksklusif selama dua tahun,” jelasnya.

Jika ditotal, maka setiap ibu hamil akan mendapatkan penanganan dimulai sejak kehamilan berusia 270 hari hingga anak berusia dua tahun.

Tidak hanya sampai disitu, Setelah bayi berusia 6 bulan dilakukan promosi dan konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA).